Tips Financial Planning bagi UMKM Supaya Tetap Bertahan Di Masa Pandemi

Akibat pandemi Covid-19, perekonomian negara Indonesia semakin melemah karena permintaan konsumen semakin berkurang. Ditambah adanya kebijakan social distancing yang membuat aktivitas masyarakat terbatasi. Banyak perusahaan yang gulung tikar bahkan para pegawai banyak yang diberhentikan. Para pelaku bisnis Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) mencoba untuk beradaptasi dan bertahan dengan situasi pandemi seperti ini. Namun terbukti sebagaimana tercatat dalam sejarah, pelaku UMKM berhasil kebal dan bisa bertahan pada saat terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998. Lalu, bagaimana financial planning bagi UMKM supaya bisa tetap bertahan di masa pandemi? Simak uraian berikut!

(Baca juga: Pengusaha, Begini Strategi Mengelola Keuangan di Masa Kritis)

Perencanaan keuangan (Financial Planning) adalah suatu proses dimana seorang individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansial yang ingin dicapai melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana keuangan yang komprehensif. Bagi pengusaha, perencanaan keuangan dibutuhkan supaya usaha yang dilakukan dapat tetap berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, setiap pengusaha harus mempunyai perencanaan keuangan. Apalagi di tengah pandemi, mengatur strategi mengelola keuangan di masa kritis sangat diperlukan. Adapun tips Financial Planning yang bisa dilakukan diantaranya:

  • Siapkan dana darurat

Pada saat berada dalam masa kritis, dapat terjadi beberapa hal yang tidak terduga dan merugikan untuk bisnis. Oleh karena itu, dana darurat sangat diperlukan dalam masa ini guna menutupi pengeluaran kebutuhan pengusaha supaya usaha yang dirintis bisa tetap bertahan dan berjalan. Oleh karena itu, setelah berakhirnya pandemi pengusaha harus rajin menyisihkan dana darurat.

  • Pastikan keamanan finansial pribadi

Pastikan finansial pribadi UMKM aman, karena untuk melakukan sesuatu bisnis diperlukan modal yang sangat besar tergantung jenis usahanya. Namun, jika modal yang dimiliki belum aman maka pelaku UMKM dapat melakukan bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu. Jangan sampai meminjam uang kesana-kemarin dalam jumlah besar padahal bisnis yang dilakukan belum tentu untung.

  • Catat semua pengeluaran sekecil apapun

Transaksi finansial bisnis dapat berupa pemasukan dan pengeluaran. Pencatatan terdiri atas: data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto, penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang, termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final. Tidak hanya itu, bahkan atas utang yang harus dibayar dan piutang yang belum dibayar juga harus dicatat. Strategi mengelola keuangan di masa kritis juga perlu dilakukan supaya pengusaha dapat mengetahui pola biaya yang dikeluarkan atas usaha bisnisnya. Apa saja jenis biaya tersebut? Kemudian biaya apa yang banyak dikeluarkan? Dengan begitu, pengusaha dapat menekan biaya yang banyak dikeluarkan atas bisnis yang dilakukan supaya tidak terjadi kerugian atau untung yang sedikit. 

  • Pisahkan dana bisnis dan dana pribadi

Jangan sampai dana yang dimiliki secara pribadi oleh pelaku UMKM bercampur baur dengan dana bisnis. Hal tersebut sangat penting karena dengan begitu pengelolaan keuangan akan berjalan dengan baik. Jika sewaktu-waktu terjadi cash flow, maka keuangan pribadi UMKM akan aman.

  • Buat proyeksi penjualan

Setelah catatan bisnis telah selesai, buat budget bisnis untuk periode selanjutnya atau proyeksi penjualan beberapa tahun ke depan guna menjaga stabilitas bisnis. Susun perencanaan keuangan secara detail dan siapkan tujuan yang akan dicapai serta kapan waktu pencapaiannya. Lakukan pemetaan dana supaya mengetahui berapa banyak dana dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

  • Cari cara untuk memotong biaya. 

Dengan adanya pandemi Covid-19, masyarakat sangat sulit untuk memperoleh pemasukan. Hal tersebut menjadi penyebab melemahnya permintaan ekonomi. Namun dengan adanya pandemi tersebut seharusnya menjadi sarana untuk melatih melakukan pemangkasan biaya yang sesuai kebutuhan bukan sesuai kemauan.

  • Asuransikan diri sendiri

Kesehatan merupakan sesuatu yang mahal. Karena tidak ada yang menjamin keadaan tubuh akan selalu sehat, maka pelaku UMKM disarankan untuk mengasuransikan diri sendiri  misalnya asuransi kesehatan. Sehingga pelaku UMKM bisa fokus terhadap bisnis.

Kami Pajak.io menyediakan beberapa fitur yang bisa bantu kamu untuk lebih mudah mengelola kewajiban perpajakan perusahaan. Bagi kamu yang sudah menjadi PKP, hanya dengan paket premium Rp 5.000.000 per tahun kamu sudah bisa menggunakan fitur eFaktur dan eBupot Unifikasi dengan perbulannya penerbitan sampai 500 Faktur & 500 Bupot,  Taxomatic PPh Unifikasi hingga 50 Bupot per bulan. Kemudian, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) TIDAK TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan.

Namun bagi perusahaan yang sudah PKP dan jumlah transaksinya sangat banyak, paket premium Rp 10.000.000 per tahun cocok buat kamu! Dengan paket tersebut kamu dapat terbitkan perbulannya hingga 1000 Faktur & 1000 Bupot, Taxomatic PPh Unifikasi hingga 100 Bupot per bulan. Lalu, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) SUDAH TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan dan SPT tahunan badan. Tidak hanya itu, setiap pengambilan paket premium di Pajak.io kamu juga akan mendapatkan dedicated account manager untuk pendampingan. Tunggu apalagi? Yuk kelola pajak bareng Pajak.io sekarang juga dengan klik link berikut! yuk pilih paket

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang