Tarif Pajak “Crazy Rich” Direncanakan Naik Menjadi 35%

Pemerintah telah menyiapkan beberapa perubahan dalam ketentuan pajak demi menggenjot penerimaan negara. Sebagaimana diketahui bahwa pajak merupakan tulang punggung negara. Adanya Covid-19 membuat pemerintah memiliki pengeluaran negara yang sangat extra untuk menanggulangi dampak pandemi. Namun, pengeluaran yang sangat banyak jika tidak diimbangi dengan sumber pemasukan yang maksimal maka akan terjadi defisit anggaran negara sehingga membuat perekonomian semakin melemah. Dalam hal ini pemerintah membuat beberapa peraturan baru terkait pajak yang tertuang dalam draft Rancangan Undang Undang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (RUU KUP) yang akan berlaku sebagai revisi kelima UU No.6 Tahun 1983. Dalam hal ini, orang kaya atau bahasa gaulnya yaitu “Crazy Rich” tidak lepas dari target. Tarif pajak crazy rich direncanakan naik menjadi 35% dalam draft RUU KUP. Bagaimana ketentuannya? Simak uraian berikut!

(Baca juga: Berikut Ketentuan Pajak Terbaru Dalam Draft RUU KUP)

Pada ketentuan sebelumnya mengatur tarif pajak crazy rich diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh). Tarif yang berlaku sampai saat ini merupakan tarif progresif yaitu:

Lapisan Kena PajakTarif
Sampai dengan Rp 50 Juta5%
Diatas Rp 50 Juta – Rp 200 Juta15%
Diatas Rp 200 Juta – Rp 500 Juta25%
Diatas Rp 500 Juta30%

Kemudian dalam RUU KUP terdapat tambahan tarif pajak crazy rich yaitu 35% bagi penghasilan diatas Rp 5 miliar dalam setahun. Menurut katadata.co.id, Perusahaan Properti asal London Knight Frank Wealth mencatat terdapat 21.430 orang yang memiliki harta kekayaan di atas US$ 1 miliar atau Rp 14,3 triliun pada 2019. Indonesia merupakan salah satu negara Asia dengan pertumbuhan jumlah orang kaya tercepat mencapai 67% dalam lima tahun terakhir, berada di atas India dengan pertumbuhan 63%. Knight Frank Wealth memperkirakan jumlah orang kaya dengan aset di atas US$ 1 miliar akan meningkat lebih dua kali lipat pada 2025 menjadi 45.063. Jika pemilik properti tersebut berpenghasilan lebih dari Rp 5 miliar dalam sehari, maka dengan pengenaan tarif pajak crazy rich 35% diharapkan mampu meningkatkan penerimaan pajak negara Indonesia.

Guna memudahkan Wajib Pajak pelaku UMKM menghitung pajak UMKM terutang sebesar 0,5% dari omzet bruto sebulan sebagaimana dalam ketentuan PP 23 tahun 2018, kami pajak.io menyediakan layanan Bee-Jak berupa robot konsultan pajak yang dapat membantu Wajib Pajak dalam menghitung pajak yang terutang. Pada layanan Bee-Jak juga terdapat pembuatan ID Billing secara otomatis, sehingga dalam hal ini Wajib Pajak hanya tinggal bayar pajak yang terutang. Bee-Jak membantu Wajib Pajak pelaku UMKM untuk memudahkan kewajiban perpajakannya, tidak perlu ribet! Sehingga kelola pajak hanya dengan hitungan menit melalui aplikasi whatsapp. Klik Bee-Jak sekarang atau wa +62 881-0819-20920! GRATIS!

(Baca juga: Si Pintar Chatbot Bee-Jak, Kelola Pajak UMKM Semudah Chattingan di Whatsapp)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang