Status Kewajiban Perpajakan Dalam SPT Tahunan Orang Pribadi

Status perpajakan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah menikah terdiri dari Kepala Keluarga (KK), Hidup Berpisah (HB), Pisah Harta (PH), dan Memilih Terpisah (MT). Status ini nantinya akan ditulis dalam Surat Pemberitahun (SPT). Maka dari itu, kini pajak.io akan membahas apa itu KK, HB,PH, dan MT agar Anda dapat menentukan status yang tepat dalam mengisi SPT nantinya. Yuk, simak ulasan berikut ini.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, batas waktu lapor pajak SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yaitu 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak. Sedangkan batas waktu lapor pajak SPT Tahunan PPh Badan yaitu 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak. Setelah mengetahui batas akhir lapor pajak SPT Tahunan, jangan sampai terlambat dalam menyampaikan SPT karena akan dikenakan sanksi denda telat lapor sebagaimana diatur dalam Pasal 7  UU KUP yaitu sebesar Rp 100.000 untuk lapor pajak SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yang melebihi batas akhir pelaporan pajak. Sedangkan jika terlambat lapor pajak SPT Tahunan PPh Badan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 1.000.000.

 Adapun pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi menggunakan formulir 1770, 1770 S atau 1770 SS. Pada saat pengisian formulir tersebut, terdapat status wajib pajak yang harus diisi diantaranya yaitu Kawin (K) atau Tidak Kawin (TK). Kemudian bagi Wajib Pajak yang berstatus sudah menikah atau status kewajiban perpajakan suami istri dibagi lagi menjadi 4 kategori. Status kewajiban perpajakan suami istri adalah suatu keadaan yang mempengaruhi cara pengenaan pajak penghasilan yang diterima seorang suami dan istri. Berikut perbedaan dari KK, HB, PH, dan MT.

  • KK memiliki arti bahwa penghasilan dari seluruh anggota keluarga digabungkan menjadi satu, sehingga pemenuhan kewajiban perpajakan dilakukan oleh satu orang yang bertindak sebagai kepala keluarga. Status KK ini dalam pelaksanaan pajaknya satu keluarga suami dan istri hanya memiliki satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dalam artian, walaupun istri bekerja NPWP istri sama dengan NPWP suami. Maka dari itu, istri tidak perlu melaporkan SPT Tahunan sendiri. Begitu pula bagi Wajib Pajak yang belum menikah, status kewajiban perpajakan KK ini yang dipilih pada saat pengisian SPT Tahunan.
  • HB adalah keadaan dimana suami dan istri telah berpisah (cerai) berdasarkan hukum yaitu keputusan hakim. Kemudian, untuk kondisi HB ini suami dan istri masing-masingnya memiliki NPWP. Dengan memiliki NPWP yang berbeda satu sama lainnya, maka suami dan istri sama-sama melaporkan SPT Tahunan.
  • PH adalah kondisi apabila dalam perkawinan suami dan istri mengadakan perjanjian pisah harta secara tertulis. Lalu, Istri akan mendapatkan NPWP yang berbeda dengan suaminya. Kemudian, dalam menjalankan kewajiban perpajakannya pun dilakukan sendiri-sendiri. Dalam artian, masing-masing suami dan istri sama-sama akan melaporkan SPT Tahunan masing-masing.
  • MT memiliki arti bahwa memilih terpisah. Status ini didapatkan apabila istri mengajukan status ini agar ingin memiliki NPWP sendiri beda dengan suami tanpa membuat perjanjian pisah harta. Dalam pelaporan SPT Tahunan, maka masing-masing suami dan istri melaporkannya sendiri-sendiri.

(Baca juga: Bagaimana Cara Lapor Pajak SPT Tahunan Pengusaha Berupa Orang Pribadi?)

Kami Pajak.io menyediakan beberapa fitur yang bisa bantu kamu untuk lebih mudah mengelola kewajiban perpajakan perusahaan. Bagi kamu yang sudah menjadi PKP, hanya dengan paket premium Rp 5.000.000 per tahun kamu sudah bisa menggunakan fitur eFaktur dan eBupot Unifikasi dengan perbulannya penerbitan sampai 500 Faktur & 500 Bupot,  Taxomatic PPh Unifikasi hingga 50 Bupot per bulan. Kemudian, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) TIDAK TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan.

Namun bagi perusahaan yang sudah PKP dan jumlah transaksinya sangat banyak, paket premium Rp 10.000.000 per tahun cocok buat kamu! Dengan paket tersebut kamu dapat terbitkan perbulannya hingga 1000 Faktur & 1000 Bupot, Taxomatic PPh Unifikasi hingga 100 Bupot per bulan. Lalu, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) SUDAH TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan dan SPT tahunan badan. Tidak hanya itu, setiap pengambilan paket premium di Pajak.io kamu juga akan mendapatkan dedicated account manager untuk pendampingan. Tunggu apalagi? Yuk kelola pajak bareng Pajak.io sekarang juga dengan klik link berikut! yuk pilih paket

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang