Petugas Pajak Tebarkan Surat Cinta berupa SP2DK untuk Minta Klarifikasi Penurunan Bayar Pajak

Akibat pandemi Covid-19 membuat sebagian besar Wajib Pajak mengalami penurunan jumlah pajak yang terutang. Sehubungan dengan target penerimaan pajak, petugas pajak tebarkan surat cinta berupa Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK). Surat tersebut berisi klarifikasi penurunan pembayaran pajak pada periode bayar Januari sampai Februari 2021. Ditjen Pajak melihat bahwa aktivitas pengawasan tahun lalu berbuah manis dengan penerbitan SP2DK dengan angka sebanyak 2,35 juta. Kemudian penerimaan pajak dari Laporan Hasil Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (LHP2DK) sebanyak 2,02 juta. Sehingga pada tahun lalu terkumpul penerimaan pajak sebesar Rp 66,8 triliun.

Mengenal SP2DK Surat Cinta dari Petugas Pajak 

Sebagaimana dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-39/PJ/2015, Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) adalah surat yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak untuk meminta penjelasan atas data dan/atau keterangan kepada Wajib Pajak terhadap dugaan belum dipenuhinya kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Kemudian, maksud dari data dan/atau keterangan dalam SP2K yaitu:

  • Data dan/atau informasi yang diperoleh atau dimiliki Direktur Jenderal Pajak dari sistem informasi Direktorat Jenderal Pajak, 
  • Surat Pemberitahuan (SPT) Wajib Pajak, 
  • Alat keterangan, 
  • Hasil Kunjungan (Visit), 
  • Data dan/atau Keterangan dari pihak Instansi,
  • Lembaga, 
  • Asosiasi atau Pihak Lain (ILAP), 
  • Hasil pengembangan dan analisis atas Informasi,
  • Data, 
  • Laporan dan Pengaduan (IDLP), 
  • internet,
  • Data dan/atau informasi lainnya.

(Baca juga: UMKM yang Tidak Menggunakan PPh Final UMKM Lagi Tidak Perlu Membayar Angsuran PPh 25 di Tahun Pertama)

Tujuan SP2K

Negara Indonesia menganut sistem pemungutan self assessment system, dimana kegiatan hitung, setor dan lapor pajak dilakukan secara mandiri oleh Wajib Pajak atau dengan kata lain besarnya pajak yang terutang tidak ditentukan oleh fiskus. Tujuan SP2K yaitu dalam rangka melakukan pembinaan, penelitian, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban perpajakan Wajib Pajak.

Apa yang harus dilakukan Wajib Pajak jika diterbitkan SP2K?

Ketika Wajib Pajak mendapatkan SP2K oleh fiskus, maka Wajib Pajak memperoleh kesempatan waktu 14 hari setelah tanggal yang tercantum atau kunjungan (visit) untuk menyampaikan tanggapan. Tanggapan yang disampaikan Wajib Pajak dapat secara langsung maupun tertulis. 

Tanggapan secara langsung dapat dilakukan oleh Wajib Pajak dengan cara menyampaikan tanggapan secara langsung kepada Account Representative/Pelaksana Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan pada saat dilakukan Kunjungan (Visit), atau dengan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak. Sedangkan, tanggapan secara tertulis dapat dilakukan oleh Wajib Pajak dengan cara:

  • Wajib Pajak menyampaikan SPT atau SPT pembetulan untuk melaporkan Data dan/atau Keterangan sesuai dengan permintaan penjelasan dalam SP2DK, atau
  • Wajib Pajak menyampaikan penjelasan tertulis yang mengakui atau menyanggah kebenaran Data dan/atau Keterangan beserta bukti dan/atau dokumen pendukung.

Namun, jika Wajib Pajak tidak memberikan tanggapan, maka fiskus dapat:

  • Memberikan perpanjangan jangka waktu permintaan penjelasan atas Data dan/atau Keterangan kepada Wajib Pajak berdasarkan pertimbangan tertentu;
  • Melakukan Kunjungan (Visit) kepada Wajib Pajak; atau
  • Mengusulkan agar terhadap Wajib Pajak dilakukan verifikasi, pemeriksaan atau pemeriksaan bukti permulaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Guna memudahkan Wajib Pajak pelaku UMKM menghitung pajak UMKM terutang sebesar 0,5% dari omzet bruto sebulan sebagaimana diatur dalam ketentuan PP 23 tahun 2018, kami pajak.io menyediakan layanan Bee-Jak berupa robot konsultan pajak yang dapat membantu Wajib Pajak dalam menghitung pajak yang terutang. Pada layanan Bee-Jak juga dilengkapi pembuatan ID Billing secara otomatis, sehingga dalam hal ini Wajib Pajak hanya tinggal bayar pajak yang terutang. Bee-Jak membantu Wajib Pajak pelaku UMKM untuk memudahkan kewajiban perpajakannya, tidak perlu ribet! Sehingga kelola pajak dapat dilakukan hanya dengan hitungan menit melalui aplikasi whatsapp. Klik Bee-Jak sekarang atau wa +62 881-0819-20920! GRATIS!

(Baca juga: Si Pintar Chatbot Bee-Jak, Kelola Pajak UMKM Semudah Chattingan di Whatsapp)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang