Perubahan Tarif PPh Final atas Bunga Obligasi Menjadi 10%

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) atas bunga obligasi yang diperoleh oleh Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha tetap (BUT) yaitu sebesar 15%. Dengan disahkannya Peraturan Pemerintah No. 91 Tahun 2021, maka tarif tersebut turun menjadi 10%. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan perkembangan pasar obligasi dan  kesetaraan beban PPh antara investor obligasi. Karena pada peraturan sebelumnya pemerintah hanya menurunkan tarif PPh Final atas obligasi yang diperoleh Wajib Pajak luar negeri. Dimana tarif yang sebelumnya berlaku yaitu sama sebesar 15%, diubah menjadi 10%. Lalu, bagaimana ketentuannya lebih lanjut? Simak uraian berikut!

Mengenal PPh Final 

PPh Final adalah pajak yang dikenakan dengan tarif dan dasar pengenaan pajak tertentu yang berbeda dengan skema pajak umum atas penghasilan yang diterima atau diperoleh selama tahun berjalan. PPh Final ini pun tidak dapat dikenakan kepada semua jenis penghasilan. PPh Final ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh pada Pasal 4 ayat 2, penghasilan dibawah ini dapat dikenai pajak bersifat final, yaitu:

  1. Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi;
  2. Penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan bangunan;
  3. Penghasilan berupa hadiah undian;
  4. Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima perusahaan modal ventura; dan
  5. Penghasilan tertentu lainnya yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP).

(Baca juga: Mengenal PPh Final atas Jual Rumah)

Adapun pertimbangan dari jenis penghasilan diatas dikenakan final adalah:

  1. Perlu adanya dorongan dalam rangka perkembangan investasi dan tabungan masyarakat;
  2. Kesederhanaan dalam pemungutan pajak;
  3. Berkurangnya beban administrasi baik bagi Wajib Pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak;
  4. Pemerataan dalam pengenaan pajaknya; dan
  5. Memerhatikan perkembangan ekonomi dan moneter.

PPh Final Obligasi

Sebelumnya kamu perlu tahu, apa itu obligasi? Obligasi adalah surat utang, surat utang negara, dan obligasi daerah yang berjangka waktu lebih dari 12, (dua belas) bulan yang diterbitkan oleh pemerintah dan nonpemerintah, termasuk surat utang yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah (sukuk). Kemudian bunga obligasi adalah imbalan yang diterima atau diperoleh pemegang Obligasi dalam bentuk bunga, ujrah/fee, bagi hasil, margin, penghasilan sejenis lainnya, dan/atau diskonto.

Tarif yang berlaku atas bunga obligasi sebelumnya  terbagi jadi 5 jenis, yaitu:

a. Bunga dari Obligasi dengan kupon sebesar:

  • 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
  • 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap, dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan Obligasi.

b. Diskonto dari Obligasi dengan kupon sebesar:

  • 15% (lima belas persen) bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
  •  20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan.

d. Diskonto dari Obligasi tanpa bunga sebesar:

  • 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
  • 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi.

e. Bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan sebesar:

  • 5% untuk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020.
  • 10% untuk tahun 2021 dan seterusnya.

Namun dengan disahkannya Peraturan Pemerintah No. 91 Tahun 2021, maka tarif yang berlaku  Atas penghasilan berupa Bunga Obligasi yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap dikenai pajak penghasilan yang bersifat final 10% dari dasar pengenaan pajak penghasilan. Dimana dasar pengenaan pajak penghasilannya yaitu:

  • Bunga dari Obligasi dengan kupon, sebesar jumlah bruto sesuai dengan masa kepemilikan Obligasi
  • Diskonto dari Obligasi dengan kupon, sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan
  • Diskonto dari Obligasi tanpa bunga, sebesar selisih Iebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi

Dalam hal terdapat diskonto negatif atau rugi pada saat penjualan Obligasi dengan kupon, diskonto negatif atau rugi tersebut dapat diperhitungkan dengan dasar pengenaan pajak penghasilan atas Bunga Obligasi berjalan.

Kami Pajak.io menyediakan beberapa fitur yang bisa bantu kamu untuk lebih mudah mengelola kewajiban perpajakan perusahaan. Bagi kamu yang sudah menjadi PKP, hanya dengan paket premium Rp 5.000.000 per tahun kamu sudah bisa menggunakan fitur eFaktur dan eBupot Unifikasi dengan perbulannya penerbitan sampai 500 Faktur & 500 Bupot,  Taxomatic PPh Unifikasi hingga 50 Bupot per bulan. Kemudian, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) TIDAK TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan.

Namun bagi perusahaan yang sudah PKP dan jumlah transaksinya sangat banyak, paket premium Rp 10.000.000 per tahun cocok buat kamu! Dengan paket tersebut kamu dapat terbitkan perbulannya hingga 1000 Faktur & 1000 Bupot, Taxomatic PPh Unifikasi hingga 100 Bupot per bulan. Lalu, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) SUDAH TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan dan SPT tahunan badan. Tidak hanya itu, setiap pengambilan paket premium di Pajak.io kamu juga akan mendapatkan dedicated account manager untuk pendampingan. Tunggu apalagi? Yuk kelola pajak bareng Pajak.io sekarang juga dengan klik link berikut! yuk pilih paket

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang