Pemungutan PPh Pasal 22 atas Penjualan Barang Sangat Mewah

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 22 Undang-Undang PPh. Di mana definisi penghasilan diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh), penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Salah satu objek PPh Pasal 22 yaitu barang yang tergolong sangat mewah.

(Baca juga: Memahami Konsep Dasar Pemungutan PPh Pasal 22)

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.03/2019, barang yang tergolong sangat mewah dan tarifnya adalah:

  1. Tarif 1% dari harga jual tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) atas barang:
    • Rumah beserta tanahnya, dengan harga jual atau harga pengalihannya lebih dari Rp 30 miliar atau luas bangunan lebih dari 400m2.
    • Apartemen, kondominium, dan sejenisnya, dengan harga jual atau pengalihannya lebih dari Rp 30 miliar atau luas bangunan lebih dari 150m2.
  2. Tarif 5% (lima persen) dari harga jual tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) atas barang:
    • Pesawat terbang pribadi dan helikopter pribadi.
    • Kapal pesiar, yacht dan sejenisnya.
    • Kendaraan bermotor roda empat pengangkutan orang kurang dari 10 orang berupa sedan, jeep, sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), minibus dan sejenisnya dengan harga jual lebih dari Rp 2 miliar atau dengan kapasitas silinder lebih dari 3.000cc.
    • Kendaraan bermotor roda dua dan tiga, dengan harga jual lebih dari Rp 300 juta atau dengan kapasitas silinder lebih dari 250cc.

Perlu diketahui bahwa harga jual merupakan batasan harga jual sehubungan dengan pembelian barang yang tergolong sangat mewah, yaitu jumlah yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual. PPh Pasal 22 wajib dipungut pada saat melakukan penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

(Baca juga: Jenis Tarif PPh Pasal 22)

Contoh:

  1. PT X merupakan perusahaan yang bergerak dibidang property, melakukan penjualan apartemen sangat mewah seharga Rp 38,5 miliar (include PPN). Maka jumlah PPh Pasal 22 yang harus dipungut oleh PT X pada saat melakukan penjualan apartemen yaitu:

Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau harga jual

= 100/110 × Rp 38,5 miliar = Rp 35 miliar

PPh Pasal 22 yang terutang 

= 1% x Rp 35 miliar = Rp 350 juta

  1. PT Y bergerak dibidang otomotif penjualan sedan yang tergolong sangat mewah. Menjual sedan seharga Rp 1,9 miliar belum termasuk PPN dengan kapasitas silinder 3.500cc.

PPh Pasal 22 yang terutang 

= 5% x Rp 1,9 miliar = Rp 95 juta

  1. PT Z bergerak dibidang otomotif penjualan sepeda motor yang tergolong mewah dengan harga Rp 300 juta belum termasuk PPN dengan kapasitas silinder 250cc.

Tidak ada PPh Pasal 22 yang harus dipungut karena belum memenuhi kriteria barang sangat mewah sebagaimana ketentuan perpajakan.

Kelola pajak Anda dengan aplikasi gratis pajak.io dengan mudah dan cepat. Pajak.io merupakan mitra resmi Ditjen Pajak RI. 

(Baca juga: Tutorial Pengisian e-SPT Masa PPh 23)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang