Pemprov NTB Optimalkan Aset Daerah Guna Mengamankan Penerimaan Daerah

Adanya pandemi Covid-19 perekonomian semakin melemah, dan kelemahan ekonomi ini diprediksi akan terus dirasakan pada tahun 2021. Sehingga penerimaan daerah berupa pajak daerah dan retribusi daerah akan terus tertekan. Sehingga Bappenda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan ancang-ancang berupa strategi yang dapat dilakukan oleh Pemprov NTB dalam menghadapi tantangan tahun depan. Strategi tersebut yaitu menjalankan kebijakan secara konsisten, optimalkan aset daerah dan menggali potensi lain misalnya sektor kehutanan dan pertanian.

Kemudian strategi Bappenda telah disampaikan dan disambut oleh Sekretaris Daerah NTB. Sehingga dilakukan pendataan ulang aset milik daerah. Dengan mengoptimalkan pengelolaan aset daerah, diharapkan mampu memaksimalkan realisasi pendapatan daerah pada tahun 2021.

(Baca juga artikel PBB P2: Pengertian, Ketentuan dan Contoh Perhitungan)

Jika melihat realisasi penerimaan daerah di NTB saat ini, khusus realisasi penerimaan daerah berupa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah mencapai target pada kuartal III/2020 sebesar Rp 315 miliar. Kunci Bappenda dalam mengejar target realisasi PKB dibantu karena adanya kemudahan pembayaran PKB melalui e-Samsat.

Untuk memudahkan Anda dalam mengelola pajak perusahaan, pajak.io menjadi solusi perpajakan online terpadu bagi perusahaan Anda. Aplikasi pajak.io memiliki keunggulan multi-pengguna, bisa mengelola pajak perusahaan Anda bersama-sama sehingga menjadikan pekerjaan lebih efisien dan produktif. Selain itu juga dapat mengelola lebih dari satu perusahaan tanpa ganti akun.

(Baca juga artikel Bapenda Kota Palopo Publikasikan Penunggak Pajak Bumi dan Bangungan (PBB-P2))

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang