Mulai Tahun 2022, Perubahan Tarif Progresif PPh Orang Pribadi dan Lapisan Kena Pajak Berlaku!

Jangan lupa, perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi mulai tahun 2022 berlaku ketentuan baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Harmoni Peraturan Perpajakan (UU HPP). Dengan disahkannya UU HPP pada Sidang Paripurna DPR pada tanggal 7 Oktober 2021 terdapat banyak sekali perubahan ketentuan perpajakan, salah satunya yaitu diberlakukannya tarif progresif yang baru hal tersebut memperbaharui ketentuan yang sebelumnya diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan. Tarif progresif yang baru dianggap lebih adil karena berpihak kepada masyarakat yang kurang mampu dan lebih menargetkan kepada pajak orang kaya. Karena perlu kamu tahu bahwa pada peraturan tarif progresif yang baru, orang kaya yang memiliki penghasilan kena pajak diatas Rp 5 Miliar dikenakan tarif 35%. Lalu, bagaimana ketentuan lebih lanjut terkait perubahan tarif progresif PPh Orang Pribadi Pasal 17 UU PPh? Simak uraian berikut!

(Baca juga: UU HPP: Pelaku UMKM Omzet Sampai Rp 500 Juta Setahun Tidak Kena Pajak)

Mengenal Tarif Progresif PPh Orang Pribadi (Pasal 17 UU PPh)

Tarif progresif sebagaimana terdapat dalam Pasal 17 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 UU PPh. Perhitungan PPh tahunan didapatkan dengan mengalikan tarif dan Penghasilan Kena Pajak.

Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif PPh Tahunan Orang Pribadi
Sampai dengan Rp 50 juta5%
Di atas Rp 50 juta sampai Rp 250 juta15%
Di atas Rp 250 juta sampai Rp 500 juta25%
Di atas Rp 500 juta30%

Contoh:

Tuan A sudah menikah dan mempunyai 3 anak (K/3) memiliki penghasilan Rp 20.000.000/per perbulan. Maka Penghasilan Kena Pajak sebagai dasar dikenakan tarif PPh Tahunan Orang Pribadi yaitu:

Penghasilan bruto dalam setahun yaitu Rp 20.000.000 x 12 = Rp 240.000.000

PTKP (K/3) yaitu Rp 54.000.000 + Rp 4.500.000 + (3 × Rp 4.500.000) = Rp 72.000.000

Penghasilan Kena Pajak = Penghasilan bruto – PTKP

Penghasilan Kena Pajak = Rp 240.000.000 – Rp 72.000.000 = Rp 168.000.000

Sehingga pajak yang terutang yaitu Penghasilan Kena Pajak dikali tarif pajak progresif yang terdapat dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Karena Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp 168.000.000, maka perhitungan pajaknya sampai lapisan kedua sebagaimana perhitungan berikut:

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

15% x Rp 118.000.000 = Rp 17.700.000

Total PPh Orang Pribadi terutang selama setahun 

= Rp  2.500.000 + Rp 17.700.000 = Rp 20.200.000

Perubahan Tarif Progresif Berdasarkan UU HPP

Sebagaimana dikutip dalam materi paparan menteri keuangan tentang UU HPP, tarif progresif PPh Orang Pribadi Pasal 17 berubah menjadi:

Adapun contoh perhitungannya yaitu:

Dengan berubahnya lapisan kena pajak tersebut diharapkan peraturan pajak dapat diterapkan dengan adil, karena Wajib Pajak yang berpenghasilan sampai Rp 60 juta akan dikenakan tarif yang kecil yaitu 5%. Sedangkan bagi Wajib Pajak kaya yang penghasilan kena pajaknya melebihi Rp 5 Miliar dikenakan tarif tinggi yaitu 35% sehingga diharapkan dapat membantu mengoptimalkan penerimaan negara.

Kami Pajak.io menyediakan beberapa fitur yang bisa bantu kamu untuk lebih mudah mengelola kewajiban perpajakan perusahaan. Bagi kamu yang sudah menjadi PKP, hanya dengan paket premium Rp 5.000.000 per tahun kamu sudah bisa menggunakan fitur eFaktur dan eBupot Unifikasi dengan perbulannya penerbitan sampai 500 Faktur & 500 Bupot,  Taxomatic PPh Unifikasi hingga 50 Bupot per bulan. Kemudian, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) TIDAK TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan.

Namun bagi perusahaan yang sudah PKP dan jumlah transaksinya sangat banyak, paket premium Rp 10.000.000 per tahun cocok buat kamu! Dengan paket tersebut kamu dapat terbitkan perbulannya hingga 1000 Faktur & 1000 Bupot, Taxomatic PPh Unifikasi hingga 100 Bupot per bulan. Lalu, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) SUDAH TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan dan SPT tahunan badan. Tidak hanya itu, setiap pengambilan paket premium di Pajak.io kamu juga akan mendapatkan dedicated account manager untuk pendampingan. Tunggu apalagi? Yuk kelola pajak bareng Pajak.io sekarang juga dengan klik link berikut! yuk pilih paket

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang