Mulai 12 Oktober 2020, Mengubah Data Wajib Pajak Bisa Melalui Kring Pajak

Mengubah data Wajib Pajak saat ini tidak harus melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) ataupun melalui aplikasi e-Registration. Mulai 12 Oktober 2020, mengubah data Wajib Pajak dapat dilakukan melalui Kring Pajak.

Sekilas tentang Kring Pajak

Sebagaimana dikutip dari laman Indonesia.go.id, Kring Pajak merupakan sebuah layanan berupa call center yang dibentuk oleh otoritas pajak untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keterbukaan dalam informasi perpajakan untuk Wajib Pajak, baik perorangan maupun atau badan (perusahaan). Layanan Kring Pajak berada di bawah arahan Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan (KLIP) Direktorat Jenderal Pajak dan ketentuannya telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 25/PJ/2016. Nomor kontak layanan Kring Pajak yaitu 1500200.

Jenis pengaduan dan layanan informasi via Kring Pajak, yaitu:

  • Keterbatasan sarana dan prasarana unit pelayanan Ditjen Pajak, misalnya, hasil cetak print out Bukti Penerimaan Surat (BPS) yang kurang jelas.
  • Pelayanan dari pegawai pajak yang kurang ramah.
  • Pelanggaran mengenai kode etik dan disiplin kerja karyawan di jajaran DJP, misalnya tindak pemerasan kepada Wajib Pajak, pemalsuan data dan lainnya.
  • Tindak pidana perpajakan, misalnya pembayaran pajak dari WP yang tidak disetorkan ke kas negara.

Jenis Konsultasi yang bisa didapat lewat Kring Pajak, yaitu:

  • Cara menggunakan aplikasi elektronik DJP. Misalnya: e-Filing, e-SPT, e-Billing, e-Faktur, e-SPT PPN, e-Nofa dan aplikasi lainnya.
  • Ketentuan umum mengenai tata cara administrasi perpajakan, Informasi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan nilai (PPN)  bagi WP Perorangan maupun Badan.

(Baca juga: Wajib Pajak Orang Pribadi Pindah Alamat, Apa yang Harus Dilakukan?)

Mengubah Data Melalui Kring Pajak

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 04/PJ/2020, kepala KPP atau pejabat yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak dapat melakukan perubahan data Wajib Pajak berdasarkan permohonan Wajib Pajak atau secara jabatan, dalam hal:

  • Data dan/atau informasi yang terdapat dalam administrasi perpajakan berbeda dengan keadaan yang sebenarnya; dan
  • Perubahan data dimaksud tidak mengakibatkan pemindahan tempat Wajib Pajak terdaftar.

Adapun perubahan data Wajib Pajak yang dapat dilakukan melalui Kring Pajak yaitu:

  • Nomor telepon
  • Nomor handphone
  • Alamat email
  • Alamat domisili (dalam satu wilayah KPP yang sama)

Mengubah data Wajib Pajak melalui Kring Pajak dapat dilakukan dengan menyiapkan data untuk validasi berupa:

  1. Mengubah data Wajib Pajak Orang Pribadi
    • Nama
    • NPWP
    • NIK
    • Alamat email terdaftar
    • Nomor telepon/handphone terdaftar
  2. Mengubah data Wajib Pajak Badan
    • Nama
    • NPWP
    • NIK
    • Alamat email terdaftar
    • Nomor telepon/handphone terdaftar
    • EFIN salah satu pengurus dalam SPT Tahunan yang telah jatuh tempo
  3. Mengubah data Wajib Pajak Warisan belum terbagi
    • Nama
    • NPWP
    • NIK
    • Alamat email terdaftar
    • Nomor telepon/handphone terdaftar
  4. Mengubah data Wajib Pajak Instansi Pemerintah
    • Nama
    • NPWP
    • NIK
    • Alamat email terdaftar
    • Nomor telepon/handphone terdaftar

Mengubah data Wajib Pajak tersebut selain melalui Kring Pajak, dapat pula melalui live chat pajak pada website pajak.go.id. Untuk mengelola perpajakan Anda, gunakan pajak.io agar urusan pajak menjadi lebih mudah dan efisien, serta gratis digunakan selamanya. 

(Baca juga: Kelola Pajak Banyak Perusahaan dengan Fitur Multi-Perusahaan di Pajak.io)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang