Mengenal Pajak Desainer

Pajak desainer merupakan pajak yang dikenakan atas usaha desain yang dilakukan oleh seorang profesi desainer. Desainer atau perancang menurut pajak termasuk kategori salah satu tenaga ahli. Tenaga ahli ialah orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus yang dalam memberikan jasa berdasarkan keahliannya tersebut tidak terikat oleh hubungan kerja (melakukan pekerjaan bebas/memberikan professional services), misalnya akuntan, dokter, pengacara, notaris, aktuaris, konsultan pajak, arsitek, designer dan sebagainya.

Jenis-jenis profesi desainer dapat berupa:

  • Desainer Produk, profesi merancang suatu produk yang memiliki nilai jual dengan mempertimbangkan ergonomis guna membantu manusia dalam melakukan kegiatannya.
  • Desainer Web, profesi merancang layout (user interface) yang akan dilihat oleh pengunjung web.
  • Desainer Grafis, profesi merancang layout sehingga dapat mempresentasikan idenya melalui typhography, photography, dan ilustrasi.
  • Desainer Otomotif, profesi merancang produk sehingga menghasilkan kendaraan.
  • Desainer Fashion, profesi merancang model pakaian, sepatu, celana, perhiasan, dan sebagainya.
  • Arsitektur, profesi merancang dan menggambar bangunan secara estetika, dengan mempertimbangkan keadaan sosial, iklim, dan keadaan sekitar gedung yang akan dirancang.
  • Desainer Interior, profesi merancang dan menata ruangan dari sebuah sketsa.

Sebagaimana dikutip dari laman DJP, desainer dapat memiliki penghasilan yang berasal dari:

  • Penghasilan dari pekerjaan contohnya penghasilan sebagai pegawai;
  • Penghasilan dari pekerjaan bebas contohnya fee;
  • Penghasilan dari royalti;
  • Penghasilan dari kegiatan usaha contohnya dari usaha;
  • Penghasilan yang dikenakan pajak final sesuai PP 23.

Aspek Pajak Desainer

Pengenaan pajak desainer sedikit berbeda dengan pajak suatu badan, karena kepemilikannya individu. Atas penghasilan dalam setahun yang diperoleh hanya dilaporkan dalam Surat pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi. Atas kegiatan profesi desain yang dilakukan, dikenakan pajak desain berupa:

(Baca juga: Apa Saja Kewajiban Wajib Pajak?)

  • Pajak Penghasilan (PPh)

Karena desainer berupa orang pribadi, maka diwajibkan untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP atas penghasilan yang diperoleh dari kegiatan desainer. Kemudian wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tersebut. Tarif pajak desainer berupa PPh yaitu tarif progresif sebagaimana terdapat dalam Pasal 17 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh (UU PPh). Perhitungan pajak desainer atas PPh tahunan didapatkan dengan mengalikan tarif dan Penghasilan Kena Pajak.

Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif PPh Tahunan Orang Pribadi
Sampai dengan Rp 50 juta5%
Di atas Rp 50 juta sampai Rp 250 juta15%
Di atas Rp 250 juta sampai Rp 500 juta25%
Di atas Rp 500 juta30%

Apabila penghasilan bruto atas kegiatan yang dilakukan atas usaha desain tidak melebihi Rp 4,8 miliar dalam 1 tahun pajak, maka dalam perhitungan pajak desainer atas PPh dapat memilih dikenakan ketentuan pajak bagi pelaku UMKM sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. Dimana atas penghasilan tersebut dikenakan pajak yang bersifat final dengan tarif 0.5% dari penghasilan bruto perbulan.

Kemudian Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki usaha desain dengan jumlah penghasilan bruto tidak melebihi Rp 4,8 miliar dalam 1 tahun pajak, dalam menghitung pajak desainer tahunan dapat menggunakan Norma Perhitungan Penghasilan Neto (NPPN). Namun, NPPN ini hanya dapat digunakan untuk pelaku usaha yang terdapat pada lampiran Peraturan Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015.

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pelaku usaha desainer disebut juga sebagai pengusaha. Apabila pengusaha memperoleh peredaran bruto diatas Rp 4,8 Miliar maka wajib mendaftarkan diri untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. Namun, pengusaha yang peredaran brutonya belum melebihi Rp 4.8 miliar dapat juga memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak yang kemudian memiliki kewajiban untuk memungut PPN atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak. Tarif pajak desainer atas PPN yaitu 10%.

(Baca juga: Bagaimana Cara Lapor SPT Masa PPN?)

Setelah mengetahui pajak desainer, bayar pajak perusahaan Anda dengan membuat ID Billing terlebih dahulu melalui e-Billing pajak.io, aplikasi pajak online terintegrasi, terdaftar dan diawasi oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang