Mengapa Harus Membayar Pajak?

Sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, menyebutkan bahwa pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Lalu, mengapa warga negara Indonesia harus membayar pajak? Untuk mengetahui jawabannya, maka perlu memahami fungsi pajak.

(Baca juga: Wajib Tahu, Manfaat Pajak yang Jarang Diketahui)

Pajak memiliki beberapa fungsi dan berperan sangat yang penting dalam kehidupan bernegara. Pajak mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

  1. Fungsi Anggaran (Budgetair)

Pajak merupakan tulang punggung negara, karena sekitar 85% penerimaan negara berasal dari pajak. Pajak menjadi pemasukan dana secara optimal ke kas negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian pendapatan dari pajak tersebut digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah guna mensejahterakan rakyat, misalnya biaya rutin dan pembangunan negara. Biaya rutin diantaranya yaitu belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan, dan lainnya. Setelah itu, sisanya digunakan untuk membiayai pembangunan.

  1. Fungsi Redistribusi Pendapatan

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, penerimaan pajak digunakan untuk membiayai semua kepentingan negara untuk kesejahteraan rakyat. Dengan adanya biaya rutin dan pembangunan dapat membuka lapangan pekerjaan. Sehingga masyarakat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan. Dalam hal ini uang dari hasil pajak dapat didistribusikan sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat.

Pengeluaran negara seperti pembangunan nasional, pembiayaan penegakan hukum, keamanan negara, infrastruktur ekonomi, pekerjaan publik, subsidi, biaya operasional negara dan lainnya. Oleh karena itu, terciptanya infrastruktur dan fasilitas umum misalnya pembangunan jalan, jembatan, jalan tol dan rumah ibadah dibangun dari sebagian alokasi dana penerimaan pajak negara Indonesia. Saat ini pemerintah telah membangun beberapa transportasi umum yang baik, nyaman, serta harga yang terjangkau misalnya KRL, MRT, busway. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi kemacetan. Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang telah disediakan tersebut memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga negara Indonesia dalam melakukan perjalanan. 

Tidak hanya itu, alokasi dana penerimaan pajak juga diberikan untuk memfasilitasi pendidikan. Manfaat pajak yang dapat dirasakan oleh warga negara mulai dari pembangunan sekolah hingga beragam fasilitas pendidikan. Program pemerintah yang disiapkan sebagai fasilitas pendidikan diantaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Bidik Misi dan Bantuan Operasional (BOS). Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan cita-cita mencerdaskan bangsa dapat tercapai.

Kemudian pemerintah juga mengalokasikan dana penerimaan pajak untuk memfasilitasi kesehatan. Misalnya pembiayaan JKN/KIS bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau BPJS, menyediakan makanan tambahan bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) serta fasilitas khusus yang kekurangan gizi. Saat Indonesia dilanda covid-19, pemerintah juga mengalokasikan dana penerimaan pajak bagi beberapa pihak yang membutuhkan dana, misalnya untuk kesejahteraan tenaga medis, APD lengkap dan masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Dan masih banyak lagi pengeluaran negara yang dananya berasal dari pajak.

  1. Fungsi Mengatur (Regulerend)

Setiap negara tentunya memiliki tujuan, memungut pajak merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut serta menjadi pelengkap dari fungsi anggaran. Kebijakan pajak yang diatur pemerintah dapat mengatur pertumbuhan ekonomi. Misalnya: dalam rangka penanaman modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Barang yang diimpor dikenakan beberapa jenis pajak yang tinggi oleh pemerintah supaya produksi dalam negeri mampu bersaing dengan barang-barang impor. 

Sebagaimana dikutip dari laman DJP, supaya target pertumbuhan ekonomi tercapai diperlukan kebijakan pemerintah yang akan mendorong peningkatan konsumsi, belanja pemerintah, investasi, dan perdagangan internasional. Salah satu alat kebijakan fiskal yang dapat digunakan oleh Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah instrumen pajak. Untuk meningkatkan konsumsi atau daya beli masyarakat, peran Pemerintah dalam hal ini adalah dengan menaikkan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sehingga jumlah disposable income yang akan digunakan untuk konsumsi semakin besar.

  1. Fungsi Stabilitas

Pajak dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi sehingga stabilitas harga dapat terjaga. Cara yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan inflasi tersebut yaitu dilakukan dengan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang efektif dan efisien. Sehingga dengan adanya pajak, dapat membuat kondisi perekonomian negara stabil dan seimbang. Sehingga inflasi atau krisis keuangan dapat dikendalikan.

Dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki peran yang sangat besar dalam suatu negara, hal tersebut merupakan alasan mengapa harus bayar pajak. Guna memudahkan Wajib Pajak pelaku UMKM menghitung pajak UMKM terutang sebesar 0,5% dari omzet bruto sebulan sebagaimana diatur dalam ketentuan PP 23 tahun 2018, kami pajak.io menyediakan layanan Bee-Jak berupa robot konsultan pajak yang dapat membantu Wajib Pajak dalam menghitung pajak yang terutang. Pada layanan Bee-Jak juga dilengkapi pembuatan ID Billing secara otomatis, sehingga dalam hal ini Wajib Pajak hanya tinggal bayar pajak yang terutang. Bee-Jak membantu Wajib Pajak pelaku UMKM untuk memudahkan kewajiban perpajakannya, tidak perlu ribet! Sehingga kelola pajak dapat dilakukan hanya dengan hitungan menit melalui aplikasi whatsapp. Klik Bee-Jak sekarang atau wa +62 881-0819-20920! GRATIS!

(Baca juga: Si Pintar Chatbot Bee-Jak, Kelola Pajak UMKM Semudah Chattingan di Whatsapp)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang