Manfaatkan Peluang Bisnis Online Dikala Pandemi Meskipun dengan Modal Kecil!

Adanya pandemi Covid-19, tidak sedikit membuat beberapa orang kehilangan pekerjaan. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena kebutuhan sehari-hari tetap harus terpenuhi. Apalagi bagi Anda yang sudah menikah dan punya anak, tentunya pengeluaran rumah tangga semakin banyak. Kemudian berdasarkan data yang diperoleh dari website Badan Pusat statistik, angka pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi. Dimana, terdapat 29,12 juta orang (14,28 persen) penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 yang terdiri dari: pengangguran karena Covid-19 sejumlah 2,56 juta orang, bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sejumlah 0,76 juta orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 sejumlah 1,77 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sejumlah 24,03 juta orang. Dengan keadaan seperti ini, dimana peluang kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja atau job seeker. Sehingga masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan peluang bisnis untuk membuka lapangan kerja. Oleh karena itu dalam artikel ini kami memberikan tips-tips memanfaatkan peluang bisnis online dikala pandemi meskipun dengan modal kecil. Tips ini juga dapat dilakukan oleh pegawai yang memiliki penghasilan kurang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya atau berinisiatif untuk memperoleh penghasilan tambahan dari memanfaatkan peluang bisnis. Berikut tips memanfaatkan peluang bisnis online dikala pandemi meskipun dengan modal kecil!

(Baca juga: Perhatikan, Begini Tips yang Ampuh untuk Memulai Usaha dengan Modal Kecil!)

Pertama, perhatikan potensi daerah untuk memanfaatkan peluang bisnis. Dalam hal ini, Anda harus memiliki kepekaan atas potensi yang ada disekitar Anda. Anda juga perlu menganalisis dan mempelajari terkait peluang bisnis, usaha apa yang sukses di sekitar daerah Anda, mengapa ada usaha yang sepi pembeli. Dari usaha yang sepi pembeli tersebut Anda harus tahu penyebabnya dengan mengidentifikasi strategi marketing diantaranya:

  • Apakah lokasi tempat berjualan cukup strategis dan dikenal orang-orang?
  • Apakah kualitas yang dijual tersebut bagus? Misalnya usaha tersebut bergerak dibidang Food & Beverages, apakah makanan dan minuman yang dijual tersebut enak?
  • Apakah harga produk yang dijual tersebut pas di kantong atau terlalu mahal?

Misalnya: Anda bertempat tinggal di sebuah kampung, meskipun pelosok Anda harus peka terhadap potensi daerah yang dimiliki. Dimana, di perkampungan biasanya banyak terdapat singkong. Singkong tersebut dapat dimanfaatkan menjadi makanan ringan untuk menemani masyarakat yang harus beraktivitas di rumah saja. Setelah Anda teliti dan identifikasi penyebab penjualan singkong yang lain kurang laku di pasaran. Kemudian Anda berpikir untuk membuat suatu inovasi baru. Singkong tersebut diolah menjadi makanan kekinian yang berbeda dari makanan yang biasanya, singkong tersebut dapat dijadikan keripik kaca yang saat ini banyak digemari oleh anak-anak muda. Keripik kaca tersebut dibuat dengan banyak varian rasa baru yang enak dan unik. Dengan hanya bermodal singkong dan mempelajari teknik proses pembuatan produknya, hanya harus menyiapkan strategi marketing dan bisnis supaya orang-orang tertarik. Anda dapat memberikan tester kepada teman-teman Anda untuk di-review dan review tersebut diunggah melalui sosial media supaya orang-orang tahu dan memperhatikan produk yang Anda jual. Namun jangan lupa kenakan harga yang sesuai dengan kualitas produk dan jangan terlalu mahal. Lalu, Anda juga dapat menjual produk tersebut di online shop.

Kedua, pilih bisnis yang sesuai dengan minat atau bakat Anda dalam memanfaatkan peluang bisnis. Sebagaimana pepatah mengatakan bahwa pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobby yang dibayar. Dalam hal ini, jika Anda menyukai bidang fashion maka Anda dapat memilih untuk menjadi desainer atau penjual baju. Namun, jika Anda lebih suka menyukai bidang seni dan photografer Anda dapat membuka usaha studio foto yang unik dengan dekorasi yang bermacam dan bagus. Kemudian jika Anda memiliki keahlian di bidang makeup artist, Anda dapat merintis usaha rias mulai dari makeup wisuda sampai makeup pengantin. Begitupun jika Anda memiliki keahlian di bidang memasak, Anda dapat menjadi seorang chef atau membuka usaha makanan. Kemudian Anda dapat memposting terkait usaha Anda, supaya orang-orang tahu dan memperhatikan sehingga pundi-pundi uang dapat dihasilkan.

Ketiga, melakukan kerjasama dengan pihak lain atau support system. Setiap manusia tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan bantuan orang lain. Dalam hal ini Anda dapat mengajak saudara Anda, teman bahkan pasangan Anda untuk ikut berkontribusi dalam memanfaatkan peluang bisnis yang akan anda rintis. Tidak selalu membutuhkan modal yang besar untuk merintis suatu usaha, semuanya membutuhkan proses, meskipun usaha dilakukan kecil kecilan asalkan secara kompak dan konsisten, lama-lama Anda dapat merasakan hasilnya. Kemudian, jangan lupa berbagi keuntungan dengan orang yang sangat berjasa dalam usaha bisnis yang sedang dirintis.

Kempat, manfaatkan sosial media dan website secara optimal. Karena saat ini teknologi semakin canggih, memanfaatkan sosial media secara optimal sangat perlu dilakukan untuk membangun awareness target bisnis Anda. Akan lebih baik lagi jika bisnis Anda memiliki website, sehingga dapat menambah suatu kredibilitas sebuah produk, dapat membuat orang-orang percaya dan yakin tanpa merasa takut dibohongi.

Kelima, jangan lupa urus administrasi usaha yang Anda rintis supaya legal dan urus perpajakannya. Saat ini banyak sekali UMKM yang kurang melek pajak, padahal jika anda tidak membayar pajak dan usaha Anda terdeteksi oleh petugas pajak maka petugas pajak dapat menerbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) secara jabatan dan menentukan pajak yang harus Anda bayar yang terutang maksimal selama 5 tahun kebelakang selama Anda tidak membayar pajak. Untuk menghindarinya, maka Anda dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP jika memang belum punya NPWP. Pendaftaran NPWP harus dilakukan paling lama 1 bulan setelah kegiatan usaha UMKM mulai dilakukan. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 4, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK.03/2017 menyebutkan bahwa Wajib Pajak yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, wajib mendaftarkan diri paling lama 1 bulan setelah kegiatan usaha atau pekerjaan bebas mulai dilakukan. Namun jika usaha tersebut berbentuk badan, maka wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP paling lama 1 bulan setelah saat pendirian. Oleh karena itu, setelah memiliki NPWP pengusaha UMKM memiliki kewajiban untuk menghitung, menyetor dan melapor pajak UMKM berupa Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Tahunan. Pelaporan pajak UMKM yang dimiliki oleh orang pribadi tersebut dilakukan paling lama 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak. Dimana pada umumnya jatuh pada setiap bulan Maret. Adapun jika terlambat dilaporkan, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa bunga atas kekurangan bayar pajak dan denda Rp 100.000 atas keterlambatan. Namun jika Pajak tersebut tidak juga dilaporkan, maka Wajib Pajak tersebut dapat dikenakan sanksi pidana. Namun jika UMKM tersebut dimiliki oleh suatu badan, maka pelaporan SPT PPh Tahunannya dilakukan paling lama 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak. Dimana pada umumnya jatuh pada setiap bulan April. Adapun jika terlambat dilaporkan, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa bunga atas kekurangan bayar pajak dan denda Rp 1.000.000 atas keterlambatan.

Kini pajak.io memiliki chatbot yang berfungsi sebagai solusi urus pajak tanpa ribet. Dengan klik link Bee-jak, Anda akan dihubungkan dengan robot konsultan pajak via whatsapp +62 881-0819-20920 yang dapat membantu Anda menghitung pajak UMKM yang terutang dilengkapi dengan ID Billing. Tanpa ribet harus membuat ID Billing secara manual, karena chatbot beejak akan membantu Anda. Tidak hanya itu, chatbot juga akan merekomendasikan link pembayaran pajak. Coba sekarang juga, GRATIS!

(Baca juga: Pajak.io Luncurkan Chatbot “Bee-Jak”, Mudahkan UKM Lapor dan Bayar Pajak)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang