Kenali Insentif Baru, Super Tax Deduction for R&D!

Super tax deduction for R&D merupakan salah satu insentif pajak yang diberikan pemerintah berupa pengurangan penghasilan bruto atas kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia. Dalam hal ini, Research and Development (R&D) diartikan sebagai berikut:

  • Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut metodologi ilmiah untuk memperoleh data dan informasi yang berkaitan dengan pemahaman tentang fenomena alam dan/atau sosial, pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis, dan penarikan kesimpulan ilmiah.
  • Pengembangan adalah kegiatan untuk peningkatan manfaat dan daya dukung ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah terbukti kebenaran dan keamanannya untuk meningkatkan fungsi dan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi.

(Baca juga: Insentif Tax Holiday PPh bagi Badan yang Melakukan Penanaman Modal)

Ketentuan Super Tax Deduction for R&D

Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.010/2020, kepada Wajib Pajak yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia, dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto (super tax deduction) paling tinggi 300% dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Penelitian dan Pengembangan tertentu di Indonesia yang dibebankan dalam jangka waktu tertentu. Pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 300% meliputi:

  • Pengurangan penghasilan bruto sebesar 100% dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Penelitian dan Pengembangan; dan
  • Tambahan pengurangan penghasilan bruto sebesar paling tinggi 200% dari akumulasi biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Penelitian dan Pengembangan dalam jangka waktu tertentu. Meliputi:
    • 50% jika Penelitian dan Pengembangan menghasilkan hak Kekayaan Intelektual berupa Paten atau Hak PVT yang didaftarkan di kantor Paten atau kantor PVT dalam negeri;
    • 25% jika Penelitian dan Pengembangan menghasilkan hak Kekayaan Intelektual berupa Paten atau Hak PVT yang selain didaftarkan di kantor Paten atau kantor PVT dalam negeri juga didaftarkan di kantor Paten atau kantor PVT luar negeri;
    • 100% jika Penelitian dan Pengembangan mencapai tahap Komersialisasi; dan/atau
    • 25% jika Penelitian dan Pengembangan yang menghasilkan hak Kekayaan Intelektual berupa Paten atau Hak PVT dalam negeri dan luar negeri, dan/atau mencapai tahap Komersialisasi, dilakukan melalui kerjasama dengan lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintah dan/atau lembaga pendidikan tinggi, di Indonesia.

Syarat Penerima Super Tax Deduction for R&D

  • Dilakukan oleh Wajib Pajak, selain Wajib Pajak yang menjalankan usaha berdasarkan kontrak bagi hasil, kontrak karya, atau perjanjian kerjasama pengusahaan pertambangan yang penghasilan kena pajaknya dihitung berdasarkan ketentuan tersendiri dalam kontrak yang berbeda dengan ketentuan umum di bidang Pajak Penghasilan;
  • Penelitian mulai dilaksanakan paling lama sejak 25 Juni 2019
  • Memenuhi kriteria:
    • Bertujuan untuk memperoleh penemuan baru;
    • Berdasarkan konsep atau hipotesa orisinal;
    • Memiliki ketidakpastian atas hasil akhirnya;
    • Terencana dan memiliki anggaran; dan
    • Bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang bisa ditransfer secara bebas atau diperdagangkan di pasar;
  • Merupakan Penelitian dan Pengembangan prioritas dengan fokus dan tema yang terdapat dalam lampiran Peraturan Menteri Keuangan 153/PMK.010/2020.

Pajak.io merupakan aplikasi online pajak yang hadir sebagai solusi pelaporan SPT dengan mudah dan terintegrasi. Gunakan sekarang agar terhindar dari keterlambatan lapor SPT.

(Baca juga: Insentif Pajak Tidak Optimal, Begini Alasannya!)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang