Begini Cara Menghindari Bangkrut Dikala Usaha Di Ujung Tanduk

Guna menghindari bangkrut, maka pengusaha perlu mengatur perencanaan prinsip bisnis yang berupa strategi bisnis dan strategi keuangan. Dengan begitu resiko kegagalan dan kebangkrutan bisnis dapat dihindari.  Adapun perencanaan prinsip-prinsip bisnis yang dapat diterapkan supaya terhindar dari kebangkrutan yaitu:

(Baca juga: Tips Sukses Bisnis Usaha Barbershop)

  1. Meminta bantuan dengan orang yang memiliki keahlian

Karena orang yang Anda percayai sangat berdampak kepada masa depan perusahaan. Alangkah baiknya jika setiap minggunya pengusaha melakukan review dan perbaikan kinerja tim. Supaya menghindari bangkrut dan dapat meminimalisir kesalahan yang sering terjadi di dunia bisnis. Dengan begitu, dapat meminimalisir terjadinya kerugian atas pembayaran gaji namun tidak sesuai dengan kinerja.

  1. Kendalikan setiap pengeluaran

Buat skala prioritas dan pastikan jika sekiranya terdapat pengeluaran tidak terlalu penting maka harus dihindari. Jangan sampai membeli barang yang tidak terlalu penting dalam menunjang kegiatan usaha tersebut, harus ingat bahwa dana yang dimiliki sangat terbatas supaya menghindari bangkrut. Adapun dalam melakukan kegiatan usaha, terdapat 2 jenis pengeluaran. Diantaranya yaitu:

  • Capital expenses, dimana modal dibelanjakan untuk kebutuhan perlengkapan, peralatan, kendaraan, bangunan atau harta yang perlu dimiliki dalam melakukan bisnis.
  • Operational expenses, dimana uang modal digunakan untuk membayar segala pengeluaran yang diperlukan supaya bisnis dapat berjalan. Misalnya biaya gaji karyawan, biaya listrik, biaya sewa tempat, biaya telepon.
  1. Jual aset yang tidak dibutuhkan

Terkadang beberapa pengusaha melakukan investasi dengan membeli aset seperti tanah dan bangunan. Namun guna menghindari bangkrut, seharusnya hal tersebut jangan dipaksakan jika dana yang dimiliki tidak memungkinkan untuk melunasinya. Kemudian jika usaha Anda sedang mengalami kerugian, sebaiknya aset tersebut dijual dan dijadikan modal saja.

  1. Prioritaskan membayar uang dan restrukturisasi utang

Supaya menghindari bangkrut, ada saat mempunyai penghasilan, maka jangan pernah mengesampingkan pembayaran utang. Karena jika utang tidak dibayar maka kepercayaan akan menjadi berkurang, sehingga kedepannya jika dirasa butuh pinjaman uang tidak akan diberikan lagi jika kepercayaan sudah hilang. Adapun pengusaha dapat mengajukan restrukturisasi utang jika diperlukan tambahan waktu untuk pembayaran atau mengalami kesulitan dalam melakukan pembayaran. Menurut Nasution dkk (2006), restrukturisasi utang adalah bentuk restrukturisasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangannya dengan cara mengatur kembali utang-utangnya dengan mengajukan syarat-syarat dan kondisi-kondisi baru yang disetujui oleh kedua belah pihak. Restrukturisasi utang perusahaan dapat juga merupakan suatu komposisi atau penjadwalan kembali utang, seperti yang telah diperjanjikan dalam suatu perjanjian yang telah disepakati baik oleh debitur dan para krediturnya atau kelompok mayoritas dari kreditur.

  1. Konsisten dengan rencana bisnis yang ingin dicapai

Tentunya setiap pengusaha memiliki rencana dan target yang harus dicapai. Hal yang paling penting yaitu perencanaan keuangan (Financial Planning) yang diartikan sebagai suatu proses dimana seorang individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansial yang ingin dicapai melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana keuangan yang komprehensif. Bagi pengusaha yang menghindari bangkrut, perencanaan keuangan dibutuhkan supaya usaha yang dilakukan dapat tetap berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, setiap pengusaha harus mempunyai perencanaan keuangan. Apalagi di tengah pandemi, mengatur strategi mengelola keuangan di masa kritis sangat diperlukan. 

  1. Kelola pajak usaha Anda dengan baik

Sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki omzet tidak melebihi Rp 4,8 miliar, memiliki kewajiban untuk membayar pajak UMKM dengan tarif 0,5% dari omzet sebulan dan dilaporkan pada Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Namun, saat ini banyak sekali UMKM yang kurang melek pajak, padahal jika anda tidak membayar pajak dan usaha Anda terdeteksi oleh petugas pajak maka petugas pajak dapat menerbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) secara jabatan dan menentukan pajak yang harus Anda bayar yang terutang maksimal selama 5 tahun kebelakang selama Anda tidak membayar pajak. Untuk menghindarinya, maka Anda dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP jika memang belum punya NPWP.

Pendaftaran NPWP harus dilakukan paling lama 1 bulan setelah kegiatan usaha UMKM mulai dilakukan. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 4, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK.03/2017 menyebutkan bahwa Wajib Pajak yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, wajib mendaftarkan diri paling lama 1 bulan setelah kegiatan usaha atau pekerjaan bebas mulai dilakukan. Namun jika usaha tersebut berbentuk badan, maka wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP paling lama 1 bulan setelah saat pendirian. Oleh karena itu, setelah memiliki NPWP pengusaha UMKM memiliki kewajiban untuk menghitung, menyetor dan melapor pajak UMKM berupa SPT Pajak Penghasilan (PPh) Tahunan.

Pelaporan pajak UMKM yang dimiliki oleh orang pribadi tersebut dilakukan paling lama 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak. Dimana pada umumnya jatuh pada setiap bulan Maret. Adapun jika terlambat dilaporkan, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa bunga atas kekurangan bayar pajak dan denda Rp 100.000 atas keterlambatan. Namun jika Pajak tersebut tidak juga dilaporkan, maka Wajib Pajak tersebut dapat dikenakan sanksi pidana. Namun jika UMKM tersebut dimiliki oleh suatu badan, maka pelaporan SPT PPh Tahunannya dilakukan paling lama 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak. Dimana pada umumnya jatuh pada setiap bulan April. Adapun jika terlambat dilaporkan, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa bunga atas kekurangan bayar pajak dan denda Rp 1.000.000 atas keterlambatan.

Kami Pajak.io menyediakan beberapa fitur yang bisa bantu kamu untuk lebih mudah mengelola kewajiban perpajakan perusahaan. Bagi kamu yang sudah menjadi PKP, hanya dengan paket premium Rp 5.000.000 per tahun kamu sudah bisa menggunakan fitur eFaktur dan eBupot Unifikasi dengan perbulannya penerbitan sampai 500 Faktur & 500 Bupot,  Taxomatic PPh Unifikasi hingga 50 Bupot per bulan. Kemudian, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) TIDAK TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan.

Namun bagi perusahaan yang sudah PKP dan jumlah transaksinya sangat banyak, paket premium Rp 10.000.000 per tahun cocok buat kamu! Dengan paket tersebut kamu dapat terbitkan perbulannya hingga 1000 Faktur & 1000 Bupot, Taxomatic PPh Unifikasi hingga 100 Bupot per bulan. Lalu, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) SUDAH TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan dan SPT tahunan badan. Tidak hanya itu, setiap pengambilan paket premium di Pajak.io kamu juga akan mendapatkan dedicated account manager untuk pendampingan. Tunggu apalagi? Yuk kelola pajak bareng Pajak.io sekarang juga dengan klik link berikut! yuk pilih paket

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang