Begini Cara Membayar Bea Meterai atas Cek dan Bilyet Giro dengan Menggunakan Meterai Percetakan!

Dengan diterbitkannya peraturan Bea Meterai yang baru, tepatnya pada tanggal 26 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo mengesahkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 perubahan tentang Bea Meterai yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2021, tarif Bea Meterai berubah menjadi plat yaitu sebesar Rp 10.000. Salah satu objek bea meterai yaitu dokumen transaksi surat berharga, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apapun. Misalnya cek, bilyet giro, obligasi, saham, aksep, wesel, sukuk, surat utang, warrant, option, deposito, dan sejenisnya termasuk surat kolektif saham atau sekumpulan surat berharga lainnya. Kemudian, perlu diketahui bagi Wajib Pajak yang memiliki cek dan bilyet giro maka pembayaran bea meterai dapat dilakukan menggunakan meterai percetakan. Bagaimana mekanismenya? Simak uraian berikut!

(Baca juga: Bea Meterai atas Cek dan Bilyet Giro terdapat Selisih Kurang Bayar? Begini Cara Pelunasannya!)

Pemerintah menerbitkan peraturan baru berupa Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.03/2021 sebagai turunan UU Bea Meterai yang baru. Dalam peraturan tersebut menjelaskan tentang Pembayaran Bea Meterai, Ciri Umum dan Ciri Khusus Meterai Tempel, Meterai Dalam Bentuk Lain, dan Penentuan Keabsahan Meterai, serta Pemeteraian Kemudian. Kemudian, salah satu metode pembayaran dalam bentuk lain salah satunya yaitu menggunakan meterai percetakan yang digunakan khusus untuk cek dan bilyet giro. Oleh karena itu, setiap setiap Wajib Pajak yang memiliki cek dan bilyet giro harus mengetahui mekanisme pembayaran menggunakan meterai percetakan.

Pembayaran Bea Meterai dengan menggunakan meterai percetakan dilakukan dengan membubuhkan meterai yang dibuat dengan menggunakan teknologi percetakan pada dokumen yang terutang Bea Meterai. Pembubuhan Meterai yang dibuat dengan menggunakan teknologi percetakan tersebut hanya dilakukan dalam rangka pemungutan Bea Meterai atas dokumen berupa cek dan bilyet giro. Kemudian, tidak semua bank dapat menggunakan mekanisme pembubuhan meterai menggunakan teknologi percetakan karena hanya dapat dilaksanakan oleh Pembuat Meterai yang telah memperoleh izin tertulis dari Direktur Jenderal Pajak untuk membuat meterai percetakan.

Dalam meterai percetakan atas cek dan bilyet giro terdapat unsur-unsur berupa:

  • Tulisan “METERAI PERCETAKAN”,
  • Logo Kementerian Keuangan,
  • Angka yang menunjukkan tarif Bea Meterai,
  • Nama Pembuat Meterai

Adapun, perusahaan yang mendapat ijin Direktur Jenderal Pajak untuk melaksanakan pembubuhan tanda Bea Meterai Lunas dengan teknologi percetakan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor SE-03/PJ.53/2006 adalah :

  • Perum Peruri
  • Perusahaan percetakan sekuriti yang mendapat ijin Badan Koordinasi Pemberantas Uang Palsu (Botasupal) dan ditunjuk Bank Indonesia untuk mencetak warkat baku otomasi kliring, yaitu :
    • PT Wahyu Abadi
    • PT Graficindo Megah Utama
    • PT Swadharma Eragrafindo Sarana
    • PT Jasuindo Tiga Perkasa
    • PT Sandipala Arthaputra
    • PT Aria Multi Graphia
    • PT Cicero Indonesia
    • PT Royal Standard
    • PT Stacopa Raya

Kemudian, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) dan perusahaan sekuriti yang melakukan pembubuhan tanda Bea Meterai Lunas pada cek, bilyet giro, atau efek dengan nama dan dalam bentuk apapun, harus menyampaikan laporan bulanan kepada Direktur Jenderal Pajak paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

Kami Pajak.io menyediakan beberapa fitur yang bisa bantu kamu untuk lebih mudah mengelola kewajiban perpajakan perusahaan. Bagi kamu yang sudah menjadi PKP, hanya dengan paket premium Rp 5.000.000 per tahun kamu sudah bisa menggunakan fitur eFaktur dan eBupot Unifikasi dengan perbulannya penerbitan sampai 500 Faktur & 500 Bupot,  Taxomatic PPh Unifikasi hingga 50 Bupot per bulan. Kemudian, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) TIDAK TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan.

Namun bagi perusahaan yang sudah PKP dan jumlah transaksinya sangat banyak, paket premium Rp 10.000.000 per tahun cocok buat kamu! Dengan paket tersebut kamu dapat terbitkan perbulannya hingga 1000 Faktur & 1000 Bupot, Taxomatic PPh Unifikasi hingga 100 Bupot per bulan. Lalu, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) SUDAH TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan dan SPT tahunan badan. Tidak hanya itu, setiap pengambilan paket premium di Pajak.io kamu juga akan mendapatkan dedicated account manager untuk pendampingan. Tunggu apalagi? Yuk kelola pajak bareng Pajak.io sekarang juga dengan klik link berikut! yuk pilih paket

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang