Bagaimana Perhitungan PPh 21 Gross Up?

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 merupakan pajak sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi subjek pajak dalam negeri. PPh 21 juga didefinisikan sebagai pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Dalam perhitungan PPh 21 pegawai tetap terdapat cara perhitungan gross up yang termasuk ke dalam jenis net method, dimana PPh 21 yang terutang oleh pegawai ditunjang oleh perusahaan. Karena memperoleh tunjangan pajak dari perusahaan, sehingga penghasilan atau take home pay yang diterima pegawai yaitu net tanpa dipotong PPh 21. Berikut contoh perhitungannya.

(Baca juga: 3 Cara Menghitung PPh 21 Pegawai Tetap)

Adi selama tahun 2019 memperoleh gaji sebulan Rp 10.000.000 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 200.000. Adi belum menikah dan tidak memiliki tanggungan. Adi memperoleh tunjangan pajak sebesar Rp 300.000 per bulan. Bagaimanakah penghitungan PPh 21 atas penghasilan Adi di tahun 2019?

Gaji pokok Rp 10.000.000

Tunjangan pajak Rp 300.000

Penghasilan bruto per bulan Rp 10.300.000

Biaya jabatan 5% x penghasilan bruto (Rp 500.000)

Iuran dana pensiun yang dibayar karyawan (Rp 200,000)

Penghasilan netto per bulan Rp 9.600.000

Penghasilan netto setahun Rp 115.200.000

PTKP

WP sendiri (Rp 54.000.000)

Penghasilan Kena Pajak Rp 61.200.000

PPh 21 terutang setahun

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

15% x Rp 11.200.000 = Rp 1.680.000

PPh 21 terutang setahun Rp 4.180.000

PPh 21 terutang per bulan Rp 348.333

Atas selisih antara beban pajak dengan tunjangan pajak sebesar Rp 48.333, pembayarannya dapat ditanggung oleh Adi atau perusahaan. Jika pembayarannya ditanggung perusahaan, maka pembayaran tersebut termasuk non deductible expense atau tidak dapat dibebankan sebagai biaya.

Namun jika perhitungan menggunakan aplikasi e-SPT PPh 21/26, dengan mencentang fitur gross up pada perhitungan maka jumlah PPh 21 terutang dan jumlah tunjangan pajak akan sama. Sehingga tidak ada selisih yang menjadi beban bagi Wajib Pajak Orang Pribadi sebagai pegawai maupun beban perusahaan.

Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung PPh 21 metode gross up, Anda melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 21 Anda melalui fitur e-Filing pada pajak.io dengan mudah dan gratis selamanya.

(Baca juga: Apakah Gaji UMR Kena PPh 21?)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang