Bagaimana Ketentuan dan Perbedaan PPh 25/29?

PPh 25/29 merupakan satu jenis pajak yang sama yaitu pajak yang dikenakan atas penghasilan atau imbalan yang didapatkan oleh Orang Pribadi maupun Badan dalam satu tahun pajak. Dalam hal ini, yang menjadi objek pajak yaitu penghasilan. Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh), penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Sekilas Tentang Angsuran PPh 25

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 merupakan salah satu jenis pajak bulanan yang wajib dibayar dan dilaporkan oleh Wajib Pajak Badan dan digunakan sebagai kredit pajak pada saat menghitung dan melapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Badan sehingga sering disebut sebagai angsuran pajak. Dasar pengenaan PPh Pasal 25 yaitu pajak penghasilan tahunan yang terutang pada tahun sebelumnya. 

Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 25 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Undang-Undang Pajak Penghasilan, besarnya angsuran pajak dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak untuk setiap bulan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang menurut Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang lalu dikurangi dengan:

  • Pajak Penghasilan Pasal 21, Pasal 22 dan Pasal 23 yang dipotong (kredit pajak dalam negeri)
  • Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan (kredit pajak luar negeri PPh Pasal 24)

Kemudian dibagi 12 atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak.

(Baca juga: Studi Kasus Perhitungan PPh Pasal 25)

Sekilas Tentang PPh 29

PPh 29 atau disebut juga pajak yang terutang kurang dibayar, merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang didapatkan dalam satu tahun pajak yang kemudian dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh). PPh 29 dapat terjadi jika pajak yang terutang untuk suatu tahun pajak ternyata lebih besar daripada kredit pajak. Kemudian PPh 29 atau pajak yang terutang kurang dibayar, harus dilunasi sebelum SPT Tahunan PPh disampaikan. Ketentuan PPh 29 mewajibkan Wajib Pajak untuk melunasi kekurangan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan Undang-Undang perpajakan yang berlaku. Kekurangan pajak tersebut atau PPh  29 wajib dilunasi paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi atau 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak bagi Wajib Pajak Badan.

(Baca juga: Apa yang Dimaksud PPh Pasal 29?)

Adapun perbedaan PPh 25/29 yaitu diantaranya:

Perbedaan PPh 25/29 pertama, cara pembayaran. Sebagaimana diketahui bahwa PPh 25/29 keduanya sama-sama merupakan pajak yang terutang dari penghasilan Wajib Pajak baik itu Orang Pribadi maupun Badan, yang didapatkan selama satu tahun pajak. Di mana PPh 29 merupakan pajak yang kurang dibayar pada perhitungan SPT Tahunan dan dibayar hanya sekali pada saat sebelum melakukan pelaporan SPT Tahunan, sedangkan PPh 25 merupakan angsuran yang harus dibayar setiap masa pajak terhadap perkiraan perhitungan pajak yang terutang untuk tahun pajak selanjutnya.

Perbedaan PPh 25/29 kedua, PPh 25 merupakan kredit pajak sedangkan PPh 29 bukan merupakan kredit pajak. Kredit pajak sifatnya mengurangi PPh yang terutang selama setahun. Pada saat perhitungan PPh yang terutang selama setahun, sebelum menentukan jumlah pajak yang harus dibayar sebagaimana tertulis dalam SPT Tahunan Kurang Bayar atau dengan kata lain PPh 29, maka PPh Tahunan yang terutang selama setahun tersebut harus dikurangi PPh 25 sebagai kredit pajak. Sehingga dapat ditarik kesimpulan, PPh yang terutang selama setahun – PPh 25 = PPh 29.

Perbedaan PPh 25/29 kedua, pelaporan pajaknya. PPh 29 yang telah dibayar harus dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh. Sedangkan setelah melakukan pembayaran PPh 25, Wajib Pajak tidak perlu melakukan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 25 karena ketika Wajib Pajak tersebut membayar PPh 25, SPT Masa PPh 25 dianggap telah dilaporkan. Namun Wajib Pajak perlu menyimpan bukti pembayaran sebagai bukti kredit pajak pada perhitungan PPh 29.

Bayar PPh Pasal 25/29 Anda dengan membuat ID Billing melalui e-Billing pajak.io, yang merupakan aplikasi pajak online terintegrasi yang telah terdaftar dan diawasi oleh Direktorat Jenderal Pajak.

(Baca juga: Begini Cara Membuat ID Billing pada Pajak.io)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang