Apakah THR Dipotong Pajak?

Menjelang bulan Ramadhan yang masih dilanda pandemi Covid-19, pemerintah ingatkan perusahaan membayarkan tunjangan hari tua (THR) keagamaan paling lambat H-7 idul fitri.  Lalu, pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah THR dikenakan pajak? Simak uraian berikut untuk mengetahui jawabannya!

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang selanjutnya disebut THR Keagamaan adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada Pekerja/Buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan. Pada umumnya, THR diberikan kepada pegawai yang telah bekerja di perusahaan lebih dari setahun. Menurut pajak, THR tergolong jenis penghasilan yang bersifat tidak teratur karena tidak diperoleh satu kali dalam satu tahun atau satu periode. Tentunya karena penghasilan tersebut diterima oleh pegawai, maka jenis pajak yang dikenakan yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau PPh 21 atas THR.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016 definisi PPh 21 adalah pajak atas penghasilan yang terdiri dari penghasilan, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya dengan nama dan dalam bentuk apapun yang disetujui dengan pekerjaan atau jabatan, pekerjaan, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi Subjek Pajak dalam negeri, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 Undang-Undang Pajak Penghasilan. Cara menghitung pajak THR yaitu dengan cara mencari selisih antara perhitungan PPh 21 yang terutang atas seluruh penghasilan selama setahun (termasuk THR) dengan perhitungan PPh 21 yang terutang atas penghasilan tanpa bonus.

(Baca juga: Jangan Lupa, Tanggal 15 Jatuh Tempo Bayar Pajak UMKM!)

Contoh:

Tuan Udin (K/1) pegawai tetap di PT A. Pada bulan April 2022 menerima gaji dan tunjangan sebesar Rp 14.500.000 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 200.000 serta menerima THR sebesar Rp 10.000.000.

  • Penghitungan PPh Pasal 21 DTP bulan April 2022

 Gaji dan tunjangan                 Rp 14.500.000

 Pengurangan:

 Biaya Jabatan/bulan               Rp 500.000

 Iuran Pensiun/bulan                Rp 200.000

Jumlah biaya pengurang        (Rp 700.000)

Penghasilan Neto Sebulan     Rp 13.800.000

Penghasilan Neto Setahun

12 x Rp13.800.000 =             Rp 165.600.000

PTKP (K/1)                            (Rp 63.000.000)

Penghasilan Kena Pajak Setahun Rp 102.600.000

 PPh Pasal 21 Terutang Setahun

 5% x Rp 60.000.000 = Rp 3.000.000

 15% x Rp 42.600.000 = Rp 6.390.000

                                       Rp 9.390.000

 PPh Pasal 21 Terutang Sebulan

 Rp 9.390.000 : 12 = Rp 782.500

 Atas PPh Pasal 21 DTP sebesar Rp 782.500 diserahkan oleh pemberi kerja kepada Tuan Dani

  • Penghitungan PPh Pasal 21 atas THR bulan April 2022

 Gaji dan tunjangan setahun Rp 174.000.000

 Bonus Rp 10.000.000

 Penghasilan bruto Rp 184.000.000

 Pengurangan:

 Biaya Jabatan setahun maks Rp 6.000.000

 Iuran Pensiun setahun           Rp 2.400.000

Jumlah biaya pengurang        Rp 8.400.000

 Penghasilan Neto                 Rp 175.600.000

 PTKP (K/1) =                       (Rp 63.000.000)

 Penghasilan Kena Pajak Setahun Rp 112.600.000

 PPh Pasal 21 Terutang Setahun

 5% x Rp 60.000.000 = Rp 3.000.000

 15% x Rp 52.600.000 = Rp 7.890.000

                                       Rp 10.890.000

 PPh Pasal 21 atas bonus:

 PPh 21 atas seluruh penghasilan

 (Gaji, tunjangan, dan bonus)      Rp 10.890.000

 PPh Pasal 21 atas penghasilan tetap

 (Gaji dan tunjangan)               (Rp 9.390.000)

 PPh Pasal 21 atas bonus           Rp 1.500.000

 Pemberi kerja memotong dan menyetorkan PPh Pasal 21 atas THR Tuan Udin sebesar Rp1.500.000.

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

Pelajari lebih dalam tentang pengelolaan pajak influencer pada webinar “Bertransaksi dengan Influencer, Gimana sih Pajaknya?” yuk daftar melalui bit.ly/PajakInfluencer

Jika kamu mengalami kendala dan kesulitan dalam mengurus perpajakan, Pajak.io bisa bantu! Klik link berikut One on One Consultation maka semua masalah perpajakan kamu akan teratasi! GRATIS tanpa dipungut biaya!

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang