Apa itu Surat Pernyataan Non-PKP?

Perusahaan bukan Pengusaha Kena Pajak (Non-PKP) merupakan perusahaan yang belum dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak karena penghasilan bruto yang dimiliki belum melebihi Rp 4,8 miliar. Namun perusahaan non-PKP dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP meskipun omzet/ penghasilan bruto belum melebihi Rp 4,8 miliar. Perusahaan non-PKP disebut juga sebagai pengusaha. Sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Tata Cara dan Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP), Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, membeli barang, melakukan perdagangan, membeli barang tidak berwujud dari luar daerah pabean, melakukan usaha jasa, atau menggunakan jasa dari luar daerah pabean. Adapun PKP merupakan Pengusaha Kena Pajak adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya. Oleh karena itu, karena berstatus sebagai perusahaan non-PKP, maka tidak ada kewajiban untuk memungut menyetor dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

(Baca juga: Bagaimana Ketentuan Pajak bagi Perusahaan Non PKP?)

Fungsi Surat Pernyataan Non-PKP

Bagi non-PKP wajib membuat surat pernyataan non-PKP yang sah dan legal untuk diterbitkan kepada klien lawan transaksi sebagai bukti bahwa perusahaan merupakan non-PKP yang tidak memiliki kewajiban dalam melakukan pemungutan PPN sehingga tidak dapat menerbitkan faktur pajak. Jika non-PKP menerbitkan faktur pajak, maka akan terancam hukuman pidana yang dikenakan sanksi penjara atau denda. 

Komponen Surat Pernyataan Non-PKP

Tidak ada peraturan khusus yang mengatur bentuk surat pernyataan non-PKP. Namun, surat pernyataan non-PKP, setidaknya harus terdapat:

  • Kop surat “SURAT PERNYATAAN non-PKP”
  • Keterangan “Yang bertanda tangan di bawah ini :”
  • Identitas yang membuat surat, diantaranya:
    • Nama : ____________________
    • Jabatan : ____________________
    • Nama PT/CV/
    • Toko/UD : ____________________
    • Alamat : ____________________
    • NPWP : ____________________ (jika ada)
  • Pernyataan berupa “dengan ini menyatakan bahwa kami adalah bukan Pengusaha Kena Pajak (non-PKP), sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai. Oleh karenanya, terhadap penjualan/penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang kami lakukan ke Perusahaan Bapak/Ibu, kami tidak dapat menerbitkan Faktur Pajak.”
  • Penutup surat “Demikianlah Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, dan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.”
  • Keterangan tempat dan tanggal saat surat dibuat
  • Tanda tangan bermeterai dan nama pembuat surat pernyataan non-PKP.

Kelola pajak Anda dengan fitur pada pajak.io. Kelebihan fitur pajak.io yaitu:

  • Mengelola pajak menjadi cepat dan mudah
  • Fitur Pajak.io dapat digunakan gratis selamanya
  • Mitra resmi Ditjen Pajak, terdaftar dan diawasi oleh Ditjen Pajak RI
  • Multi-perusahaan, bisa kelola lebih dari satu perusahaan tanpa ganti akun
  • Multi-pengguna, bisa kelola pajak perusahaan bersama-sama sehingga membuat pekerjaan lebih produktif dan efisien
  • Terintegrasi, karena bisa mengurus semua kebutuhan pajak dalam satu aplikasi
  • Terpercaya, sudah bekerjasama dengan institusi konsultan pajak internasional

(Baca juga: Begini Cara Daftar Akun Pajak.io)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang