Alasan UMKM Sangat Membutuhkan Konsultan Pajak

Siapa yang tidak tahu UMKM? Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian negara Indonesia. Dimana UMKM memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kemudian UMKM juga tercatat sebagai usaha yang kebal dan bisa bertahan pada saat terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998. Adapun peran UMKM diantaranya yaitu:

  • Sebagai pemerataan ekonomi karena terdapat dimana mana sampai pelosok negara
  • Mengurangi kemiskinan karena memiliki kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja
  • Sebagai sumber pemasukan devisa negara dengan menghasilkan barang berkualitas yang dapat diekspor

Kriteria UMKM

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), definisi UMKM, yaitu:

  • Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro. Maksimal aset yang dimiliki yaitu sebesar Rp 50 juta dan omzet lebih dari Rp 300 juta.
  • Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. Aset yang dimiliki yaitu lebih dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta dan omzet yang dimiliki lebih dari Rp 300 juta sampai Rp 2,5 miliar.
  • Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan. Aset yang dimiliki yaitu lebih dari Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar dan omzet yang dimiliki lebih dari Rp 2,5 miliar sampai Rp 50 miliar.

(Baca juga: Mengenal Profesi Konsultan Pajak)

UMKM membutuhkan Konsultan Pajak

Namun terhadap pelaku UMKM baik itu berupa orang pribadi maupun badan yang memperoleh penghasilan dari kegiatan usaha yang dilakukan, tidak terlepas dari kewajiban membayar pajak. Pajak diartikan sebagai kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak UMKM di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Hanya saja terkendala karena kurangnya pengetahuan atau literasi pelaku UMKM terkait pajak. Oleh karena itu, konsultan pajak sangat dibutuhkan oleh UMKM guna memberikan pendampingan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan UMKM.

Konsultan Pajak adalah orang/ badan yang memberikan jasa konsultasi perpajakan kepada Wajib Pajak dalam rangka melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan. Peran konsultan pajak dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, antara lain: mengurus administrasi perpajakan, memberikan konsultasi perpajakan, membantu dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, memberikan asistensi dalam mencari keadilan. 

Adapun peran konsultan pajak dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, antara lain:

  • Mengurus administrasi perpajakan

Konsultan pajak dapat membantu mengurus Wajib Pajak Badan dan memberikan asistensi dalam mengurus administrasi perpajakan. Contoh: Setelah mengetahui bahwa suatu Badan telah memenuhi ketentuan subjektif maupun objektif untuk mendapatkan NPWP, konsultan pajak dapat memberikan asistensi terkait pendaftaran NPWP Badan.

  • Memberikan konsultasi perpajakan

Dengan adanya konsultan pajak, Orang Pribadi maupun Badan tidak akan kebingungan lagi terkait ketentuan peraturan perpajakan yang sering berubah-ubah. Dalam hal ini konsultan pajak dapat memberikan konsultasi terkait perpajakan diantaranya yaitu manajemen pajak. Contoh: Wajib Pajak Badan merupakan perusahaan startup dengan penghasilan bruto dibawah Rp 4,8 miliar, masih rawan mengalami kerugian dalam laporan keuangan. Perusahaan startup tersebut kebingungan dalam membuat strategi perpajakan. Maka dengan berkonsultasi dengan konsultan dapat memberikan arahan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerugian bagi pihak perusahaan. Dalam kasus ini konsultan pajak dapat menyarankan Wajib Pajak untuk tidak menggunakan tarif PPh final 0,5% per bulan, namun Wajib Pajak disarankan untuk memilih perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) menggunakan tarif dalam Pasal 31E.

  • Membantu dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak

Konsultan Pajak dapat membantu menyiapkan penyetoran dan pelaporan pajak, dan meminimalisir terjadinya keterlambatan dalam pembayaran atau pelaporan pajak. Konsultan Pajak dalam hal ini dapat membantu Wajib Pajak dalam menghitung pajak yang terutang, membuatkan ID Billing dan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT). Sehingga dengan adanya konsultan pajak dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak.

  • Memberikan asistensi dalam mencari keadilan

Konsultan pajak dapat memberikan asistensi kepada Wajib Pajak pada saat dilakukan pemeriksaan oleh fiskus, asistensi dalam mengajukan keberatan ke Direktorat Jenderal Pajak, banding ke Pengadilan Pajak dan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.

Jumlah konsultan pajak di Indonesia saat ini mencapai sekitar 5.531 orang yang berdomilisi di Jakarta dan sekitarnya. Sedangkan jumlah pelaku usaha mikro dan kecil berjumlah sekitar 59 juta unit, yang terdiri dari usaha mikro dan kecil yang belum berbadan usaha berjumlah 4,3 juta. Kemudian yang menjadi penyebab kurangnya pemahaman atau literasi perpajakan pelaku UMKM karena usaha yang dilakukan dikelola secara mandiri dan kebanyakan hanya lulusan SD, bahkan 90% belum menggunakan internet dalam melakukan kegiatan usahanya. Ditambah dengan peraturan perpajakan yang sangat kompleks dan beragam. Oleh sebab itu konsultan pajak sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM.

Kesalahan Dalam Perpajakan Pelaku UMKM 

Konsultan Pajak memiliki peran yang sangat penting dalam mengelola perpajakan pelaku UMKM. Pada umumnya, pelaku UMKM memiliki pengetahuan terkait perpajakan yang sangat minim. Kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku UMKM biasanya fokus kepada usaha yang dilakukan, namun tidak mementingkan urusan perpajakan. Setelah usahanya semakin berkembang, misalnya dengan banyak membuka cabang  kemudian otoritas pajak melirik atas potensi pajak dari usaha yang dilakukan oleh pelaku UMKM tersebut. Sehingga pelaku UMKM kelabakan dan kebingungan bagaimana cara mengelola pajaknya. Sedangkan otoritas pajak akan memeriksa usaha yang dilakukan untuk diterbitkan NPWP secara jabatan. Kemudian otoritas akan mengenakan pajak secara jabatan untuk tahun-tahun sebelumnya yang tidak dilakukan pembayaran pajak, maksimal 5 tahun kebelakang dihitung sejak pelaku UMKM melakukan kegiatan usaha.

Kini pajak.io memiliki chatbot yang berfungsi sebagai solusi urus pajak tanpa ribet. Dengan klik link Bee-jak, Anda akan dihubungkan dengan robot konsultan pajak via whatsapp +62 881-0819-20920 yang dapat membantu Anda menghitung pajak UMKM yang terutang dilengkapi dengan ID Billing. Tanpa ribet harus membuat ID Billing secara manual, karena chatbot beejak akan membantu Anda. Tidak hanya itu, chatbot juga akan merekomendasikan link pembayaran pajak. Coba sekarang juga, GRATIS!

(Baca juga: Pajak.io Luncurkan Chatbot “Bee-Jak”, Mudahkan UKM Lapor dan Bayar Pajak)

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang