30 Juta Pelaku UMKM Bangkrut, Digitalisasi Solusi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

Akibat adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya pembatasan sosial, membuat sebanyak 30 juta pelaku UMKM bangkrut. Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia mencatat pelaku UMKM hanya tersisa 34 juta pelaku UMKM dari jumlah yang sebelumnya terdapat sebanyak 64,7 juta di tahun 2019. Salah satu cara untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-19 yang dapat membuat pelaku UMKM bangkrut yaitu dengan digitalisasi pelaku UMKM. Bagaimana caranya? Simak uraian berikut!

Sebagaimana diketahui bahwa pelaku bisnis dapat dibedakan menjadi dua yaitu usaha yang dilakukan secara konvensional dan usaha yang dapat dilakukan secara online. Sebagaimana hasil survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, mencatat sebanyak 12,5% pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19. Namun sebanyak 27,6% menunjukan peningkatan dan 72,4% lagi menyatakan stabil. Pelaku UMKM yang mengalami peningkatan semenjak adanya pandemi Covid-19 merupakan pelaku usaha yang telah menggunakan digitalisasi atau bisnis online. Sehingga, terdapat sebanyak 70% pelaku UMKM yang mulai menggunakan digitalisasi atau berjualan online guna meminimalisir dampak pandemi Covid-19. Karena saat ini teknologi semakin canggih, memanfaatkan sosial media secara optimal sangat perlu dilakukan untuk membangun awareness target bisnis. Kemudian, pelaku UMKM dapat menggunakan marketplace untuk menjual produk secara online. Lebih baik lagi jika pelaku UMKM memiliki website, sehingga dapat menambah suatu kredibilitas sebuah produk, dapat membuat orang-orang percaya dan yakin tanpa merasa takut dibohongi.

Kemudian, jangan lupa urus kewajiban perpajakan supaya tidak memperkeruh keadaan. Karena, jika pajak tidak dikelola dan dibiarkan maka Wajib Pajak pelaku UMKM akan dikenakan sanksi baik itu atas keterlambatan bayar maupun keterlambatan lapor. Usaha sedang seret, jangan sampai apes harus bayar pajak beserta dendanya. Oleh karena itu jangan lewatkan, pemerintah telah memfasilitasi pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 dengan memberikan insentif pajak sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9/PMK.03/2021. Salah satu insentif yang dapat digunakan oleh Wajib Pajak yaitu Pajak Penghasilan yang bersifat Final yang diperuntukan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah yang Ditanggung Pemerintah atau PPh Final UMKM DTP. Namun, syaratnya pelaku UMKM harus melaporkan realisasi pemanfaatan insentif PPh Final UMKM DTP. Jika tidak, maka pelaku UMKM harus tetap membayar pajak seperti biasa. 

Mekanisme Laporan Realisasi Insentif PPh Final UMKM DTP

  1. Lakukan pelaporan setiap bulan. Berdasarkan peraturan terbaru yaitu PMK Nomor 9/PMK.03/2021, pelaporan dilakukan setiap masa pajak, paling lama tanggal tanggal 20 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.
  2. Siapkan formulir berbentuk softcopy. Pelaporan dilakukan melalui saluran tertentu pada laman pajak.go.id dengan menggunakan formulir sesuai contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran PMK Nomor 9/PMK.03/2021.
  3. Pelaporan realisasi dilakukan melalui laman DJP Online dengan pilih menu layanan, kemudian klik “e-Reporting insentif Covid-19”. Selanjutnya klik “Rekam Realisasi”. 
  4. Isi formulir dengan keterangan berupa: identitas Wajib Pajak, rincian rekapitulasi peredaran bruto.
  5. Selanjutnya pada tanda tangan dilengkapi dengan tempat, tanggal, nama serta NPWP penandatangan atau dalam hal ini pihak Wajib Pajak yang menerima insentif.
  6. Jika data sudah di input dengan benar, klik “submit”. Kemudian Anda akan mendapatkan notifikasi atas lapor realisasi insentif PPh Final UMKM DTP sudah tersimpan. Selamat mencoba!

(Baca juga: Si Pintar Chatbot Bee-Jak, Kelola Pajak UMKM Semudah Chattingan di Whatsapp)

Bagaimana Pajak.io Membantu Pelaku UMKM?

Namun jika sudah terlanjur tidak melaporkan realisasi insentif PPh Final UMKM DTP, maka pelaku UMKM harus tetap kelola pajak seperti biasa. Supaya terhindar dari sanksi keterlambatan, Pajak.io melalui chatbot Bee-Jak dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola kewajiban pajak dalam hal pembayaran PPh Final UMKM yang dilakukan dengan cara disetor sendiri oleh Wajib Pajak. Tanpa memerlukan EFIN, chatbot Bee-Jak dapat menyediakan ID Billing secara otomatis beserta link pembayaran pajak melalui tokopedia atau bukalapak. Namun pastikan Anda sudah terdaftar menjadi user pajak.io. Berikut cara mendaftarkan akun Pajak.io:

  1. Siapkan akun email Anda yang digunakan untuk mengelola perpajakan. Boleh menggunakan email baru atau email yang terdaftar pada akun DJP Online. Jika Anda lupa kata sandi email, Anda dapat membuat email yang baru yang akan digunakan untuk mendaftarkan akun pajak.io
  2. Buka website pajak.io kemudian pilih menu daftar. Masukan alamat email yang telah Anda siapkan. Kemudian atur kata sandi untuk akun pajak.io.
  3. Coba login pada website pajak.io.

Kelola Pajak UMKM dengan Mudah

  1. Chat layanan Bee-Jak via whatsapp dengan sapaan hai atau halo.
  2. Bee-jak akan meminta alamat email yang terdaftar di Pajak.io. Kemudian Bee-Jak akan mengirim kode verifikasi ke email Anda. Cek spam jika email verifikasi tidak kunjung masuk. Kemudian kirim kode verifikasi ke chatbot Bee-Jak.
  3. Setelah email terverifikasi,  chatbot Bee-Jak akan menanyakan bulan dan tahun pajak yang akan dihitung. Anda bisa menjawab dengan format bulan dan tahun pajak misalnya: Januari 2021 atau jan 2021.
  4. Lalu, chatbot Bee-Jak akan menanyakan berapa peredaran kotor atau omzet pada bulan dan tahun pajak yang sudah disebutkan tersebut untuk menghitung berapa pajak final UMKM yang terutang. Maka chatbot Bee-Jak akan menghitung pajak yang terutang secara otomatis. 
  5. Selanjutnya, chatbot Bee-Jak akan menawarkan wajib pajak untuk dibuatkan kode billing secara otomatis. Kode billing  yang diterbitkan chatbot Bee-Jak mengacu pada kode jenis pajak 411128 dan kode jenis setoran 420 atas Pajak Final UMKM yang dibayar sendiri. 
  6. Kemudian, chatbot Bee-Jak akan mengirim link pembayaran pajak melalui aplikasi e-commerce yang ditunjuk sebagai salah satu channel pembayaran pajak oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara diantaranya Tokopedia dan Bukalapak.
  7. Langkah terakhir, Wajib Pajak dapat menyalin kode billing yang telah diterbitkan oleh chatbot Bee-Jak untuk melakukan pembayaran pajak di aplikasi e-commerce tersebut.

Kami Pajak.io menyediakan beberapa fitur yang bisa bantu kamu untuk lebih mudah mengelola kewajiban perpajakan perusahaan. Bagi kamu yang sudah menjadi PKP, hanya dengan paket premium Rp 5.000.000 per tahun kamu sudah bisa menggunakan fitur eFaktur dan eBupot Unifikasi dengan perbulannya penerbitan sampai 500 Faktur & 500 Bupot,  Taxomatic PPh Unifikasi hingga 50 Bupot per bulan. Kemudian, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) TIDAK TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan.

Namun bagi perusahaan yang sudah PKP dan jumlah transaksinya sangat banyak, paket premium Rp 10.000.000 per tahun cocok buat kamu! Dengan paket tersebut kamu dapat terbitkan perbulannya hingga 1000 Faktur & 1000 Bupot, Taxomatic PPh Unifikasi hingga 100 Bupot per bulan. Lalu, gratis pengelolaan pajak (pajak perusahaan PPh dan PPN bulanan) SUDAH TERMASUK pengelolaan PPh 21 Karyawan dan SPT tahunan badan. Tidak hanya itu, setiap pengambilan paket premium di Pajak.io kamu juga akan mendapatkan dedicated account manager untuk pendampingan. Tunggu apalagi? Yuk kelola pajak bareng Pajak.io sekarang juga dengan klik link berikut! yuk pilih paket

(Baca juga: Host to Host eFaktur Pajak.io, Kelola Faktur Pajak Menjadi Lebih Mudah)

UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM

Lapor pajak dengan Pajak.io sekarang, gratis!

Daftar sekarang